REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGKIDUL -- Warga Padukuhan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), harus gigit jari setelah janji bantuan pembangunan masjid ternyata palsu. Janji bantuan Rp1,8 miliar yang dijanjikan donatur ternyata tidak terealisasikan, padahal Masjid Al Huda sudah terlanjur dirobohkan dan rata dengan tanah.
Namun, meski harus pil pahit, warga kini memilih untuk tidak larut dalam kekecewaan. Alih-alih memperpanjang polemik, warga kini fokus membuka donasi dari masyarakat luas dan pihak swasta agar Masjid Al Huda yang sudah ada sejak tahun 1984 dapat kembali berdiri, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.
Ketua Panitia Pembangunan sekaligus Ketua II Takmir Masjid Al-Huda, Budi Antoro, mengungkap pembongkaran masjid bermula pada 2025 lalu. Saat itu, ada dua oknum yang mengaku berasal dari wilayah Gari dan Ngawen mendatangi pengurus masjid dan menyampaikan niat membantu pembangunan ulang masjid.
"Masjid kami harus dibongkar, itu syaratnya," kata Budi, Jumat (9/1/2026).
Oknum tersebut terus meyakinkan pengurus dan mengklaim seluruh biaya pembangunan akan ditanggung penuh. Warga pun bergotong royong merobohkan masjid. Namun, setelah bangunan benar-benar rata dengan tanah, dana yang dijanjikan tak kunjung datang. Kecurigaan mulai muncul ketika pengurus masjid justru dilarang mencari donatur lain.
"Kami mau mencari donatur saja tidak boleh, karena 99% sudah dari sana," ucapnya.
"Kalau dari kami anggarannya itu Rp1,8 miliar karena masjidnya ada basement-nya. Tetapi tidak ada dana masuk sama sekali setelah pembongkaran (Masjid Al Huda -Red) itu," ujarnya menambahkan.
Belakangan, akhirnya terungkap donatur yang dijanjikan hanyalah fiktif. Panitia menemukan dugaan pencatutan nama sebuah yayasan di Tangerang serta salah satu anggota Polda sebagai calon donatur pembangunan Masjid Al Huda Gari. Namun setelah dilakukan klarifikasi, klaim tersebut tidak terbukti.
Akibat peristiwa ini, sebanyak 320 kepala keluarga dengan sekitar 850 jiwa terpaksa menjalankan ibadah di musala-musala kecil yang tersebar di wilayah Padukuhan Gari. "Posisi masjid sekarang rata dengan tanah," katanya.

14 hours ago
1









































