Tawarkan Drone untuk Aktivitas Non Militer, Dubes Iran Minta RI tak Takut Ancaman Tarif Trump

1 week ago 7

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Selasa (17/6/2025). Keterangan pers tersebut menyampaikan tentang situasi terkini konflik antara Iran dan Israel. Selain itu. Mohammad Boroujerdi juga menegaskan Iran akan terus membalas serangan dari Israel sebagai upaya aksi bela diri selama penyerangan dan agresi masih terus belanjut. Dubes Iran menganggap, serangan yang dilakukan oleh Israel merupakan tindakan ilegal yang tidak dibenarkan oleh hukum internasional karena tersebut menyasar sejumlah fasilitas sipil dan situs aktivitas nuklir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menawarkan badan dan lembaga di RI untuk mengadopsi teknologi baru milik Iran yang juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan non militer. Salah satu teknologi yang disebut Boroujerdi yakni pesawan nirawak alias drone.

"Ketika kita berbicara tentang drone, biasanya kita berpikir bahwa penggunaannya hanya untuk satu hal, tetapi sebenarnya tidak. Anda tahu bahwa ada banyak sekali cara damai untuk menggunakan drone di bidang pertanian dan sektor ekonomi lainnya," kata dia di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Boroujerdi pun meminta RI tak khawatir atas ancaman tarif dari Amerika Serikat sebagai imbas dari kerjasama dengan Iran. "Kami sampaikan kepada Indonesia untuk tidak takut. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Perusahaan mana pun dan negara mana pun yang memiliki hubungan reguler dengan Iran, mereka akan mendapatkan banyak keuntungan," kata Boroujerdi.

Pada Januari lalu, Presiden Donald Trump mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran. Boroujerdi pun menjelaskan bahwa saat ini ada lebih dari 100 negara yang memiliki hubungan ekonomi dengan Iran.

Menurut dubes, negara-negara tersebut tidak memiliki masalah dengan apa yang dikatakan AS. "Semua negara merdeka percaya bahwa Amerika Serikat bukanlah raja dunia. Mereka tidak dapat mendikte aturan mereka kepada negara-negara merdeka seperti Indonesia," kata dia.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research