Tahun 2026 Berhemat, Bupati Jeje Beberkan Nasib Pembangunan di Bandung Barat

1 day ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan pembangunan prioritas bakal tetap berjalan di tahun 2026 meskipun ada efisiensi besar-besaran. Penyebabnya, adanya penurunan dana transfer daerah sekitar Rp 360 miliar yang berdampak terhadap fiskal di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Kita dihadapkan pada keterbatasan fiskal dan tuntutan efesiensi anggaran, jadi setiap anggaran, rupiah yang dikeluarkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Efesiensi bukan berarti mengurangi kualitas layanan, justru menuntut kita bekerja lebih cerdas terukur dan lebih bertanggung jawab," kata Jeje di Ngamprah, Rabu (7/1/2026).

Jeje membeberkan, perbaikan jalan di wilayah Bandung Barat akan kembali ditingkatkan pada tahun ini. Sebab, perbaikan infrastruktur di sektor tersebut manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai akses mobilitas yang bisa memperlancar kegiatan perekonomian dan sebagainya.

"Perbaikan infrastruktur jalan terus berjalan untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas warga," ucap Jeje.

Selain perbaikan jalan, kata dia, perbaikan bangunan-bangunan sekolah juga menjadi hal yang akan ditingkatkan tahun 2026. Adik ipar artis sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad itu ingin menjamin kegiatan belajar mengajar yang aman dan nyaman.

"Di sektor pendidikan, kami melanjutkan perbaikan ruang kelas agar proses belajar mengajar berlangsung lebih layak dan aman," ujar Jeje. Pelayanan kesehatan dan sampah menjadi dua hal lain yang menjadi fokus Jeje di tahun 2026.

Dia menegaskan, pelayanan kesehatan merupakan hal dasar masyarakat. Begitupun terhadap pengelolaan sampah, sistem yang terintegrasi akan terus diperkuat dengan lebih inovatif agar sampah-sampah di Bandung Barat dapat ditangani dengan lebih baik.

"Di bidang kesehatan, kami memperkuat kualitas pelayanan supaya masyarakat mendapatkan layanan yang cepat, ramah, dan terjangkau. Kemudian, sampah menjadi perhatian serius kami, dengan penguatan dari hulu hingga hilir agar lingkungan lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," tandasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) KBB Eriska Hendrayana menambahkan, besaran APBD KBB tahun 2026 yang disetujui sebesar Rp 3.108.854.421.504,00.

"Ada pemangkasan sekitar Rp 360 miliar untuk dana transfer daerah. Kalau APBD tahun 2025 itu sekitar Rp3,3 triliun lebih," kata Eriska.

Dengan adanya penurunan pendapatan itu tentu saja berdampak terhadap rencana belanja daerah di Bandung Barat. Pemkab Bandung Barat melakukan penghematan dengan memangkas belanja yang tidak langsung berdampaka terhadap masyarakat.

"Pemanfaatan seperti listrik, internet, makan minum, perjalanan dinas, bimtek yang masih bisa ditunda atau yang masih bisa dilakanakan daring, rapat daring kita laksanakan itu. Belanja barang dan jasa kita lihat dulu prioritas enggak, kalau pengadaan laptop misalnya kita tunda dulu, rehab ruangan. Kita berhemat," jelasnya.

Namun Eriska memastikan program pembangunan prioritas tahun 2026 yang digagas Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail-Asep Ismail bakal tetap berjalan seperti yang dipesankan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi lewat evaluasi APBD.

"Yang prioritas di infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan dan lainnya tetap berjalan, itu amanat dari evaluasi gubernur," pungkas Eriska.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research