Jakarta, CNBC Indonesia - Gawat darurat jantung dapat ditandai dengan nyeri dada yang kerap disepelekan. Meski tidak selalu berarti serangan jantung, keluhan ini juga bisa menandakan masalah kesehatan lainnya, seperti gangguan otot dan tulang dada, masalah lambung, paru-paru, hingga stres.
Dokter Deo Idarto, M. Biomed, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC di Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan, nyeri dada tetap perlu diperiksakan secara medis karena bisa berkaitan dengan gangguan jantung yang memerlukan penanganan segera.
"Nyeri dada yang mengarah ke masalah jantung umumnya terasa tertekan atau berat, menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung, serta disertai sesak napas, keringat dingin, mual, atau pusing, yang terjadi tiba-tiba atau saat aktivitas ringan," ungkap dia dikutip Senin (9/3/2026).
Jika keluhan tersebut terjadi, segera lakukan pemeriksaan. Penanganan yang cepat dapat meminimalkan kerusakan permanen otot jantung, karena dalam serangan jantung dikenal istilah time is muscle, semakin lama ditangani, semakin besar kerusakan yang terjadi.
"Pemeriksaan keluhan nyeri dada perlu dilakukan secara komprehensif dalam waktu singkat. Biasanya melalui evaluasi terstruktur, seperti penilaian klinis, rekam jantung (EKG), tes darah penanda jantung, serta pemeriksaan penunjang lain untuk memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang tepat," jelas dr. Deo.
Melihat pentingnya masyarakat mendapatkan pemeriksaan nyeri dada dan perawatan jantung yang komprehensif, Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan Heart dan Vascular Center yang diperkuat tiga pilar utama.
Pertama mencakup Emergency Excellence melalui Chest Pain Unit yang berfokus pada evaluasi, diagnosis, dan penanganan awal keluhan nyeri dada, baik akibat gangguan jantung maupun non-jantung, dengan pemeriksaan awal gratis apabila tidak ditemukan indikasi jantung, dan rujukan lanjutan jika terindikasi penyakit jantung melalui Cardiac Emergency didukung dokter spesialis dan subspesialis siaga 24 jam on-site
Lalu Advanced Treatment yang mencakup layanan pembuluh darah (vaskular), gangguan irama jantung (aritmia), serta kelainan struktur jantung (structural heart) seperti penyakit katup dengan pendekatan.
Terakhir team-Based Management memastikan keputusan klinis dan rencana perawatan ditetapkan melalui kolaborasi aktif dalam Cardiac Board yang melibatkan spesialis jantung, bedah toraks kardiovaskular, anestesi kardiovaskular, hingga jantung anak.
Pendekatan multidisiplin tersebut membantu menentukan tindakan paling tepat, mulai dari Coronary Angiography (CAG), Percutaneous Coronary Intervention (PCI), termasuk Complex PCI, penanganan gangguan katup dan vaskular jantung, irama jantung, hingga terapi gagal jantung lanjut dengan dukungan alat bantu pompa jantung terkini Left Ventricular Assist Device (LVAD). Layanan ini juga memiliki Cardiac Advisor yang mendampingi pasien dan keluarga secara menyeluruh sejak awal hingga pemulihan, memastikan setiap keputusan medis dipahami dengan jelas, perawatan berjalan lancar, dan menjawab setiap keraguan pasien dengan cepat dan tepat.
Informasi lengkap seputar layanan jantung di seluruh unit Mayapada Hospital dapat ditemukan dalam fitur Health Articles dan Tips di MyCare, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).
(dpu/dpu)
Addsource on Google














































