Jakarta, CNBC Indonesia - Jeans, atau denim, adalah salah satu jenis bahan yang paling disukai banyak orang. Mudah dipadupadankan, jeans bisa dikenakan mulai dari anak kecil hingga orang tua.
Karena bahannya yang relatif tebal, kerap ada perdebatan soal cara dan frekuensi yang tepat dalam mencuci bahan jeans. Seperti apa rekomendasi ahli?
Faktanya, mencuci celana jeans terlalu sering dapat merusak warna, bentuk, dan kelembutannya.
Seberapa sering mencuci jeans bergantung pada beberapa faktor, seperti seberapa sering Anda memakainya (setiap hari atau beberapa kali sebulan), di mana Anda memakainya (apakah kotor atau berbau makanan?)
"Denim adalah kain tebal (tidak seperti kaos biasa), jadi Anda bisa memakainya lebih sering sebelum mencucinya. Kami merekomendasikan untuk mencuci setelah sekitar 10 kali pemakaian, atau kapan pun jeans berbau apek atau tidak sedap. Jika tidak dicuci, hilangkan bau dengan linen spray atau penyegar kain," kata Gwen Whiting, salah satu pendiri The Laundress, seperti dikutip dari Real Simple.
Gladys K. Connelly, seorang blogger penataan rumah dan mantan petugas kebersihan rumah profesional, mengatakan, "Anda sebaiknya mencuci celana jeans setiap enam minggu."
Connelly juga menyarankan untuk mengenali tubuh dan aroma Anda. "Jika kimia tubuh Anda membuat celana jeans bau setelah dua hari, lipat dan masukkan ke dalam freezer semalaman," katanya, memberi tips untuk menyegarkan celana jeans dengan cepat.
Ketika saatnya mencuci jeans, Lindsey Boyd, salah satu pendiri The Laundress, merekomendasikan untuk membalik celana jeans dan mencucinya dengan air dingin menggunakan deterjen berkualitas tinggi untuk mencegah pudar dan kaku.
(hsy/hsy)
Addsource on Google













































