Saking Indahnya Curug Ciranca, HP akan Kehilangan Daya Tarik di Sini

6 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, Jalanan kecil yang melintasi Desa Girinata, Desa Cipanas hingga ke Desa Kedongdong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, perlahan membawa siapa pun menjauh dari hiruk-pikuk kota. Perjalanan yang sunyi dan tenang itupun akan mengantarkan ke sebuah tempat yang seolah disembunyikan alam dengan sengaja.

Di balik jalur penjejakan (tracking) yang cukup menantang itulah, Curug Ciranca menjulang anggun di Desa Kedondong Kidul, Kecamatan Dukupuntang. Suara gemericik air pun terdengar samar dari kejauhan, bersahut dengan desir angin yang mengusap pucuk-pucuk daun.

Namun semakin dekat, suara gemericik air semakin terdengar keras. Suara itu berasal dari air terjun setinggi sekitar 30 meter, yang jatuh deras dari tebing batu yang kokoh dan gelap. 

Percikan airnya membentuk kabut halus yang beterbangan, membasahi dedaunan liar di sekitarnya. Aliran air yang dijatuhkannya kemudian tampak seperti sehelai kain putih panjang yang berasal dari atas perbukitan. 

Tak ada gemerlap lampu wisata atau deretan bangunan modern di tempat tersebut. Curug Ciranca justru memikat karena kesederhanaannya.

Alam dibiarkan tumbuh dengan caranya sendiri. Tebing-tebing batu menjulang tanpa sentuhan berlebihan, akar-akar pohon menggantung liar, sementara sungai kecil di bawah curug terus mengalir jernih membelah bebatuan.

Langkah menuju titik air terjun itu memang bukan perjalanan singkat yang mudah. Setelah kendaraan diparkir di sekitar permukiman warga atau area kantor desa, perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak, pematang sawah, hingga pinggiran sungai.

Beberapa bagian jalur bahkan cukup licin, terutama selepas hujan. Namun, justru di situlah pengalaman itu terasa utuh. Setiap pijakan seperti mengajarkan cara menikmati perjalanan dengan lebih perlahan.

Tak sedikit pengunjung yang berhenti sejenak hanya untuk mengatur napas sambil memandang perbukitan hijau yang mengelilingi kawasan tersebut. Ada juga yang sengaja duduk di batu-batu sungai, membiarkan suara alam mengambil alih percakapan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research