Rupiah Kuat Lawan Iran, Takluk vs Israel: Rp1 Juta Setara 78 Juta Rial

2 hours ago 2

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

03 March 2026 12:35

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan mata uang Israel dan Iran belakangan ini menunjukkan arah yang cukup bertolak belakang, baik terhadap dolar Amerika Serikat (AS) maupun rupiah.

Di tengah memanasnya perang di Timur Tengah pasca serangan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026), dinamika nilai tukar kedua negara justru bergerak berbeda.

Menariknya, di tengah situasi perang yang penuh ketidakpastian, mata uang Israel justru masih menunjukkan ketahanan terhadap dolar AS. Sebaliknya, rial Iran terus mencerminkan tekanan yang jauh lebih dalam.

Shekel Israel Makin Perkasa terhadap Dolar AS

Shekel Israel terlihat masih berada dalam tren penguatan terhadap dolar AS. Melansir data Refinitiv, pada perdagangan Senin (2/3/2026) atau  yang pertama setelah awal serangan, mata uang Israel ini bahkan menguat 1,61% dan ditutup di level ILS3,0817/US$.

Penguatan tersebut menjadi yang terbesar dalam sekitar lima bulan terakhir. Artinya, pasar justru menempatkan shekel pada posisi yang relatif lebih kuat meski Israel berada di tengah perang terbuka terhadap Iran.

Dalam jangka yang lebih panjang, performanya juga terbilang impresif. Dalam 12 bulan terakhir, shekel telah menguat sekitar 14,26% terhadap greenback.

Berbeda, Rial Iran Masih Tertekan dari Greenback

Gambaran yang muncul pada rial Iran justru sangat berbeda. Pada penutupan perdagangan Senin, mata uang Iran itu tercatat melemah tipis 0,06% ke posisi IRR1.314.675/US$.

Secara harian memang pelemahannya terlihat kecil. Namun jika melihat tren jangka panjang, tekanan terhadap rial sangat dalam. Dalam 12 bulan terakhir, rial Iran telah terdepresiasi sekitar 3.030,18% terhadap dolar AS. Pelemahan ini menggambarkan betapa besar tekanan yang dihadapi mata uang Iran, baik akibat konflik, sanksi, maupun rapuhnya kepercayaan pasar terhadap perekonomian dalam negeri Iran.

Dengan level kurs yang kini sudah menembus IRR1,31 juta per dolar AS, rial menunjukkan kontras yang sangat tajam dibanding shekel. Jika shekel masih sanggup menguat di tengah perang, rial justru kian terpuruk dan kehilangan daya tahan terhadap mata uang AS.

Lalu, Bagaimana terhadap Rupiah?

Jika dilihat dari perspektif rupiah, pergerakannya terhadap dua mata uang negara yang sedang berperang ini juga sama menariknya.

Terhadap shekel Israel, rupiah terlihat melemah. Pada penutupan perdagangan Senin, rupiah terdepresiasi 2,46% ke level Rp5.465/ILS. Kondisi ini menunjukkan bahwa shekel sedang relatif lebih kuat dibanding rupiah. Jadi, meski kawasan Timur Tengah sedang diguncang perang, mata uang Israel justru masih mampu menekan rupiah.

Sebaliknya, terhadap rial Iran, rupiah justru terlihat jauh lebih kuat dalam tren panjang. Namun, pada perdagangan pertama setelah perang meletus, nyaris tidak terlihat perubahan berarti. Kurs rupiah terhadap rial Iran masih berada di level Rp0,0128/IRR.

Dengan kurs tersebut, bagi masyarakat Indonesia yang ingin menukarkan Rp1 juta ke shekel Israel hanya akan memperoleh sekitar 182, 98 shekel.

Berbeda dengan itu, jika Rp1 juta ditukarkan ke rial Iran dengan kurs saat ini, nilainya akan setara sekitar 78,12 juta rial. Secara nominal, angkanya memang terlihat sangat besar. Namun, perbedaan yang sangat signifikan ini justru mencerminkan betapa lemahnya nilai tukar rial Iran dibanding shekel Israel.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research