Pekerja membuat jenang.
REPUBLIKA.CO.ID, SURAKARTA – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, memimpin kirab Festival Jenang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-281 Kota Solo di kawasan Selasar Ngarsopuro, Jawa Tengah, Selasa (17/2). Tradisi tahunan ini berlangsung meriah dengan partisipasi ribuan warga yang datang dari dalam maupun luar kota.
Rangkaian peringatan hari jadi ini diawali dengan upacara tradisi di Stadion Sriwedari sebelum berlanjut ke kemeriahan Festival Jenang. Dalam sambutannya, Astrid menekankan bahwa festival ini bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki makna filosofis mendalam dalam budaya Jawa sebagai simbol doa dan permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Filosofi kelengketan jenang menggambarkan harapan agar masyarakat Solo tetap guyub rukun, adem ayem saklawase (rukun dan damai selamanya),” ujar Astrid.
Tahun ini, panitia membagikan sedikitnya 15.000 porsi jenang secara gratis kepada masyarakat. Aksi berbagi ini melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, sektor perhotelan, hingga organisasi kemasyarakatan.
Ketua Festival Jenang, Heru Dwi Hartanto, menjelaskan bahwa acara kali ini mengusung tema "Nirmala Nusantara" sebagai simbol harapan agar bangsa Indonesia terhindar dari musibah dan semakin kuat dalam persatuan budaya. Festival ini terbagi dalam dua konsep, yakni Pasar Jenang berbayar dan pembagian gratis, sehingga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain pelestarian kuliner tradisional, festival ini memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku UMKM lokal yang menjadi produsen utama jenang dalam acara tersebut. Melalui momentum HUT ke-281 ini, Festival Jenang diharapkan terus menjadi magnet pariwisata sekaligus penggerak ekonomi kreatif di Kota Surakarta.
sumber : Antara

1 week ago
3












































