Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi mengatakan Ermanto Usman (65), pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT) tewas dibunuh setelah memergoki aksi pencurian yang dilakukan oleh Sudirman alias Yuda (28).
Kepada penyidik, Sudirman mengaku kaget saat melihat istri Ermanto bangun dan mendapati dirinya tengah melakukan aksi pencurian. Alhasil, Sudirman pun memukul korban menggunakan linggis yang dipakai untuk mencongkel jendela.
"Jadi pada saat tersangka ini sedang melakukan pencurian di rumah korban, korban terbangun mendengar alarm akan melaksanakan sahur. Kemudian, saat korban perempuan menyalakan listrik, dan saat itu juga bertemu dengan tersangka," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers, Rabu (11/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan tersangka spontan memukulkan linggis yang sebelumnya digunakan untuk mencongkel jendela tersebut. Spontan digunakan untuk memukul korban perempuan," sambungnya.
Iman mengatakan tersangka Sudirman yang melihat Ermanto sedang duduk di dalam kamar langsung menyerang korban tanpa ampun.
"Saat memukul korban perempuan, karena pintu kamar terbuka, tersangka melihat korban yang laki-laki dalam keadaan duduk. Karena panik, selanjutnya serta merta tersangka menyerang korban laki-laki yang baru terbangun dan sedang duduk di atas tempat tidur," katanya.
Berdasarkan hasil penyidikan, kata Iman, aksi yang dilakukan Sudirman murni dilatarbelakangi motif kebutuhan ekonomi.
"Kami tidak menemukan motif lain dari kejadian tersebut, selain motif pencurian ataupun pembunuhan yang dilakukan dalam rangkaian pencurian oleh tersangka tersebut," ujarnya.
Dalam perkara ini, Sudirman dijerat Pasal 458 ayat (1)KUHP, Pasal 458 ayat (3)KUH dan Pasal 479 ayat (3)KUHP dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.
"Saat ini, tersangka sudah kami lakukan penahanan dan sedang menjalani proses penahanan di rutan Polda Metro Jaya," kata Iman.
Sebelumnya, Ermanto Usman tewas di rumahnya di Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada Senin (2/3). Dalam peristiwa itu, istri Ermanto juga mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Peristiwa itu baru diketahui sang anak saat menjelang sahur. Saat itu, anak korban merasa curiga lantaran kedua orang tuanya tidak membangunkan sahur hingga pukul 04.00 WIB.
"Ketika dia bangun dia kaget, 'wah ini kan bentar lagi imsak', akhirnya dia turun. Ketika turun dia lihat kok enggak ada jawaban [dari orang tuanya], lampu masih mati," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal kepada wartawan, Senin (2/3).
Andi mengatakan anak korban ketika itu masih sempat mendengar suara ibunya. Namun saat dihampiri, gagang pintunya sudah rusak dan tidak bisa dibuka.
Setelah diselidiki, polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan bernama Sudirman alias Yuda di Cilincing, Jakarta Utara pada Senin (9/3) sekitar pukul 18.54 WIB.
Ermanto diketahui merupakan Ketua Paguyuban Pensiunan Karyawan JICT. Pelindo adalah pemegang saham utama di JICT. Dia dikenal pula sebagai pengamat pelabuhan.
Beberapa waktu terakhir, dia dikenal sebagai salah satu sosok yang mengungkap soal dugaan korupsi terkait pengelolaan di pelabuhan. Dugaan korupsi di perusahaan pelabuhan itu pun dibawanya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
(fra/dis/fra)

3 hours ago
2














































