PM Spanyol Jadi Kepala Negara Pertama Kutuk Pembunuhan TNI di Lebanon

2 weeks ago 12

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID – Spanyol mengatakan 'garis merah' telah dilanggar setelah penjaga perdamaian PBB terbunuh di Lebanon Perdana. Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengutuk pembunuhan penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon dalam sebuah ledakan pada Ahad malam. 

"Spanyol mengutuk keras peristiwa ini. Kami  menuntut agar asal muasal proyektil tersebut diklarifikasi. Dan kami menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan serangan," tulis Sanchez di X. 

Serangan terhadap misi penjaga perdamaian PBB adalah “agresi yang tidak dapat dibenarkan terhadap seluruh komunitas internasional”, tambahnya.

Para penjaga perdamaian terbunuh ketika “ledakan yang tidak diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan”, menurut pernyataan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

“Seorang penjaga perdamaian ketiga terluka parah dan penjaga perdamaian keempat juga terluka,” katanya. 

Dalam kronologis yang diperoleh Republika, pasukan perdamaian Indonesia yang gugur turut berjaga bersama pasukan Spanyol.

Kematian terbaru ini terjadi kurang dari sehari setelah seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas dalam ledakan lain pada hari Ahad. 

“Serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, dan mungkin merupakan kejahatan perang,” kata UNIFIL, menyerukan diakhirinya kekerasan.

Sementara Prancis telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyusul “insiden yang sangat serius” yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon. 

“Serangan terhadap posisi penjaga perdamaian PBB tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, seraya menambahkan bahwa Prancis menyerukan “penyelidikan penuh atas tragedi ini”.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research