Pesisir Pulau Pari Hadapi Ancaman Abrasi, 1.000 Mangrove Ditanam

8 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Abrasi dan perubahan kondisi ekosistem pesisir menjadi tantangan bagi kawasan permukiman dan kehidupan masyarakat di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Upaya menjaga kawasan pesisir dilakukan melalui penanaman 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora di Pulau Pari pada Sabtu (12/9).

Penanaman tersebut dilakukan Bank Aladin Syariah bersama PT Lindungi Bumi Nusantara (LindungiHutan) dan kelompok tani lokal Forum Peduli Pulau Pari. Mangrove ditanam untuk membantu mengurangi risiko abrasi, membatasi masuknya air laut ke area permukiman, serta memulihkan fungsi keanekaragaman hayati kawasan pesisir.

Bagi kawasan seperti Pulau Pari, keberadaan mangrove berfungsi sebagai pelindung alami garis pantai sekaligus habitat berbagai biota pesisir. Karena itu, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada penanaman, tetapi juga pemeliharaan dan keterlibatan masyarakat yang berada di sekitar kawasan.

Head of Corporate Secretary Bank Aladin Syariah Ratna Wahyuni mengatakan, program lingkungan menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan kawasan pesisir.

“Penanaman 1.000 mangrove di Pulau Pari ini bukan sekadar penyerahan bantuan, tetapi merupakan ikhtiar nyata kami bersama masyarakat lokal untuk membentengi pesisir dari abrasi serta mendukung penurunan emisi karbon nasional,” kata Ratna dalam siaran pers, Ahad (20/9/2026).

Sebanyak 1.000 pohon Rhizophora yang ditanam diperkirakan memiliki potensi penyerapan karbon hingga 118,44 kg CO2eq. Program tersebut juga dikaitkan dengan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13 tentang penanganan perubahan iklim dan poin 14 mengenai ekosistem lautan.

Bank Aladin Syariah mencatatkan laba bersih Rp38,3 miliar hingga Kuartal II 2026. Pada periode yang sama, total aset mencapai Rp15,1 triliun dengan jumlah nasabah terdaftar lebih dari 3,9 juta.

Ratna mengatakan, perusahaan melihat keberlanjutan sebagai bagian dari perkembangan bisnis yang juga perlu mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan.

“Bagi kami, keberlanjutan berarti memastikan bahwa pertumbuhan yang kami bangun hari ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, kami ingin terus mengembangkan berbagai inisiatif yang menghubungkan kekuatan bisnis dengan kebutuhan nyata masyarakat dan lingkungan,” lanjut Ratna.

Kolaborasi dengan kelompok masyarakat lokal menjadi salah satu faktor dalam pelaksanaan program tersebut. Keterlibatan masyarakat diperlukan untuk memastikan penanaman mangrove tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berlanjut pada pemeliharaan ekosistem pesisir.

Program di Pulau Pari menunjukkan bahwa upaya pemulihan pesisir membutuhkan kombinasi penanaman vegetasi, pemeliharaan kawasan, dan keterlibatan masyarakat lokal. Keberlanjutan dampaknya akan bergantung pada pengelolaan kawasan setelah penanaman dilakukan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research