REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebuah foto yang beredar di internet China memperlihatkan jet tempur J-15T Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) lepas landas dari kapal induk Fujian dengan membawa empat rudal antikapal YJ-83K. Muatan tersebut dua kali lebih banyak dibandingkan konfigurasi persenjataan J-15 yang pernah terlihat sebelumnya.
Citra itu menjadi indikasi terkuat bahwa sistem ketapel elektromagnetik Fujian mulai memungkinkan pesawat tempur serang lepas landas dengan persenjataan berat. Sebagaimana diberitakan The War Zone, Kamis, 9 Juli 2026, J-15T terlihat mengaktifkan daya dorong penuh sesaat sebelum meninggalkan dek kapal induk tersebut.
The War Zone menyebut foto itu tampaknya menjadi penampakan pertama J-15T terbang dengan membawa empat YJ-83K. Namun, laporan tersebut tidak mencantumkan waktu pengambilan gambar dan hanya menyebut citra itu berasal dari internet China.
Empat rudal itu memiliki bobot gabungan sekitar 6.400 pon atau 2,9 ton, belum termasuk senjata maupun perlengkapan lain yang mungkin tidak terlihat. Sebelumnya, prototipe J-15T hanya pernah terlihat membawa satu rudal latihan YJ-83K.
YJ-83K merupakan rudal antikapal subsonik berpemandu radar dengan jangkauan yang dilaporkan sekitar 180 kilometer. Rudal berbobot sekitar 726 kilogram itu membawa hulu ledak semi-penembus lapis baja seberat sekitar 163 kilogram dan dirancang terbang rendah di atas permukaan laut untuk mengurangi peluang terdeteksi.
Kemampuan membawa empat rudal menunjukkan perbedaan besar antara Fujian dan dua kapal induk China sebelumnya, Liaoning dan Shandong. Kedua kapal tersebut menggunakan landasan menanjak atau ski-jump yang membatasi berat bahan bakar dan senjata ketika pesawat lepas landas.
Fujian menggunakan sistem peluncuran pesawat elektromagnetik atau EMALS. Sistem ketapel itu memungkinkan J-15T meluncur dari dek datar dengan muatan lebih berat sebelum kembali menggunakan kabel penahan saat mendarat, metode yang dikenal sebagai CATOBAR.
Pada konfigurasi sebelumnya, J-15 yang beroperasi dari Liaoning atau Shandong umumnya terlihat membawa maksimal dua YJ-83K dan empat rudal udara-ke-udara. Kemunculan konfigurasi empat YJ-83K memperlihatkan bahwa Fujian mulai membuka potensi serang J-15T yang selama ini terhambat oleh sistem ski-jump.
Tambahan kapasitas tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk rudal antikapal. J-15T juga dapat membawa lebih banyak bahan bakar, rudal udara-ke-udara PL-10 dan PL-15, rudal antikapal jarak jauh YJ-15, maupun perangkat pengisian bahan bakar antarpesawat.

15 hours ago
6
















































