Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan langsung merokok saat berbuka puasa masih sering dilakukan sebagian orang setelah menahan diri seharian. Kebiasaan tersebut dapat menimbulkan sejumlah dampak buruk bagi kesehatan.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi Dinas Kesehatan Jawa Barat, @dinkesjabar, masyarakat diimbau untuk tidak langsung merokok ketika berbuka puasa. Sebab, setelah seharian berpuasa tubuh berada dalam kondisi perut kosong sehingga lebih rentan terhadap paparan zat berbahaya dari rokok.
"Merokok saat perut kosong membuat zat beracun dari rokok menjadi hal pertama yang masuk ke dalam tubuh tanpa didahului nutrisi atau makanan," kata Dinkes Jabar dalam unggahannya seperti dikutip pada Jumat (6/3/2026).
Selain itu, kandungan nikotin dalam rokok dapat langsung mempengaruhi otak. Ketika nikotin masuk dalam waktu singkat dan dalam jumlah banyak, kondisi ini bisa memicu rasa mual hingga sakit kepala.
Bahaya lain juga berasal dari kandungan karbon monoksida dalam asap rokok. Gas tersebut diketahui memiliki kemampuan mengikat hemoglobin dalam darah hingga sekitar 300 kali lebih kuat dibandingkan oksigen.
Akibatnya, sirkulasi karbon monoksida dalam tubuh dapat meningkat dan membuat tubuh kekurangan oksigen. Kondisi ini tentu berdampak buruk bagi fungsi organ tubuh.
Tak hanya itu, asap rokok juga dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan yang kemudian memicu batuk. Dinas Kesehatan Jawa Barat pun mengingatkan masyarakat untuk menahan diri dari kebiasaan langsung merokok saat berbuka puasa.
"Bahaya banget kalau buka puasa langsung merokok. Jadi mending menahan diri merokok saat berbuka, yuk jaga kesehatan dan nikmati ibadah dengan penuh kesadaran," tulis Dinkes Jabar dalam unggahannya.
(miq/miq)
Addsource on Google














































