Perang Iran: Ini Bursa Saham Timur Tengah yang Tutup dan Tetap Buka

21 hours ago 2

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

02 March 2026 08:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Eskalasi konflik geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang kian memanas di kawasan Timur Tengah telah memaksa sejumlah otoritas pasar modal mengambil langkah drastis.

Kondisi keamanan yang sangat dinamis dan sulit diprediksi ini mendorong otoritas di beberapa negara kawasan tersebut untuk melakukan mitigasi risiko secara terukur. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melakukan penutupan sementara aktivitas perdagangan saham pada awal pekan ini.

Keputusan tersebut secara spesifik bertujuan untuk meredam potensi kepanikan pasar, membatasi volatilitas yang tidak rasional, serta secara umum melindungi stabilitas sistem keuangan domestik dari rambatan sentimen negatif.

Langkah Antisipasi Bursa Teluk dan Iran

Mengacu pada pengumuman resmi dari masing-masing otoritas pasar modal, Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait menjadi pelopor di negara-negara Teluk yang merespons ketegangan militer ini dengan penghentian transaksi.

Otoritas Pasar Modal UEA secara resmi menutup operasional Bursa Efek Abu Dhabi (ADX) dan Pasar Keuangan Dubai (DFM) selama dua hari penuh, yakni pada hari ini, Senin (2/3/2026), dan Selasa (3/3/2026). Langkah ini disebut sebagai bentuk kehati-hatian dalam melindungi infrastruktur pasar modal.

Di sisi lain, Kuwait mengambil langkah yang lebih ketat dengan menangguhkan seluruh transaksi di Boursa Kuwait hingga batas waktu yang belum ditentukan (until further notice) berdasarkan data terakhir.

Sementara itu, di pusat pusaran konflik, otoritas Bursa Efek Teheran di Iran juga telah memutuskan untuk menutup total perdagangan setidaknya hingga pekan depan guna mencegah arus keluar modal (capital flight) secara masif dan menjaga stabilitas nilai aset domestik.

Status Operasional Bursa Saham Kawasan

Meskipun beberapa negara memilih untuk menghentikan perdagangan secara darurat demi alasan keamanan finansial, sejumlah bursa saham lain yang posisinya berdekatan dengan episentrum konflik justru memilih untuk tetap beroperasi secara normal.

Otoritas di negara-negara tersebut membiarkan mekanisme pasar berjalan untuk menyerap dan mendiskontokan risiko geopolitik yang ada secara langsung ke dalam valuasi saham.

Negara-negara dengan kapitalisasi pasar besar seperti Arab Saudi melalui bursa Tadawul, serta Israel melalui Tel Aviv Stock Exchange, terpantau tidak melakukan trading halt dan tetap memfasilitasi transaksi investor domestik maupun asing sesuai jadwal reguler. Keputusan untuk tetap buka ini dapat berubah - ubah seiring dengan berjalannya waktu mengingat volatilitas di pasar sangat tinggi akibat perang.

Berikut adalah ringkasan status operasional bursa saham di sejumlah negara Timur Tengah untuk perdagangan beberapa hari ini:

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research