Penyakit Ini Lebih Menular dari Covid, 1 Orang Tularkan 18 Lainnya

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus campak di Indonesia tengah melonjak tinggi. Kementerian Kesehatan mencatat, hingga pekan ke-8 tahun 2026, tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan 6 kematian.

Tingkat penularan campak jauh lebih tinggi dibandingkan penyakit menular lain seperti Covid-19. Meski tingkat kematian pada orang dewasa relatif rendah, penyakit ini dapat berbahaya bagi anak-anak.

Lonjakan kasus campak yang terjadi belakangan ini menjadi sinyal menurunnya kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat. Pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University mengingatkan pentingnya imunisasi agar wabah tidak terjadi.

Dosen FKGiz IPB University, dr Aisyah Amanda Hanif menjelaskan, campak merupakan salah satu penyakit paling menular di dunia. Satu orang yang terinfeksi bahkan dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang yang belum memiliki kekebalan.

"Peningkatan kasus campak sering kali menunjukkan bahwa imunitas populasi sedang menurun," ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip pada Selasa (10/3/2026).

Aisyah menjelaskan, risiko penularan campak sangat tinggi. Studi menunjukkan sekitar 90% orang yang tidak memiliki kekebalan terhadap virus campak berpotensi tertular jika terpapar.

"Sehingga tingkat cakupan imunisasi menjadi faktor kunci dalam mencegah penyebaran penyakit ini," tegasnya.

Untuk membentuk kekebalan kelompok, lebih dari 94% populasi harus memiliki imunitas terhadap campak, baik melalui vaksinasi maupun infeksi sebelumnya. Sementara itu, target cakupan imunisasi campak yang ditetapkan Kementerian Kesehatan adalah minimal 95%.

"Jika cakupan imunisasi menurun, jumlah individu yang rentan akan meningkat. Ketika virus masuk ke komunitas dengan banyak orang yang belum memiliki kekebalan, wabah dapat terjadi lebih mudah," jelasnya.

Ia juga mengingatkan, campak tidak bisa dianggap sebagai penyakit ringan. Virus ini menyebar melalui udara (airborne) dan umumnya masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan.

"Setelah masuk ke dalam tubuh, virus akan berkembang biak dan menyebar ke berbagai organ. Respons sistem imun terhadap infeksi inilah yang kemudian menimbulkan ruam khas pada penderita campak," terangnya.

Pada sejumlah kasus, penyakit ini dapat memicu komplikasi serius, terutama pada bayi, anak dengan gizi buruk, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh rendah. Komplikasi yang dapat muncul antara lain radang paru-paru (pneumonia) dan radang otak (ensefalitis). Selain itu, infeksi campak juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga pasien lebih rentan terkena infeksi lain.

"Infeksi campak dapat menurunkan sistem imun sehingga pasien lebih mudah terkena infeksi sekunder akibat bakteri, yang bisa memperburuk kondisi hingga berisiko menyebabkan kematian," kata ia.

Dalam upaya pencegahan, vaksinasi dinilai sebagai langkah perlindungan paling efektif. Vaksin campak menggunakan virus hidup yang telah dilemahkan sehingga mampu melatih sistem imun mengenali virus tanpa menimbulkan penyakit.

Setelah vaksin diberikan, tubuh akan membentuk antibodi spesifik serta memori imun jangka panjang. Dengan begitu, ketika suatu saat terpapar virus campak, sistem imun dapat merespons dengan cepat dan menetralisir virus sebelum menyebabkan penyakit.

Secara ilmiah, vaksin campak memiliki efektivitas lebih dari 95% setelah dua dosis dan telah digunakan secara global selama puluhan tahun dengan tingkat keamanan yang baik. Bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi atau terlambat menerima vaksin, dr Aisyah menekankan, imunisasi tetap bisa dilakukan melalui program imunisasi kejar (catch-up vaccination).

Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi campak lengkap, segera melakukan imunisasi kejar jika tertunda, mengenali gejala awal campak, serta mengisolasi pasien yang dicurigai terinfeksi agar tidak menularkan virus ke orang lain.

"Campak adalah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan kesadaran masyarakat yang baik, penyebaran campak dapat dicegah," ujarnya.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research