Pemkot Palangka Raya Apresiasi Harmoni Warga Saat Idul Fitri

5 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA, – Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengapresiasi persatuan dan keharmonisan yang ditunjukkan oleh warga setempat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, meskipun terdapat perbedaan dalam penentuan awal 1 Syawal di tengah umat Islam.

Achmad Zaini, Wakil Wali Kota Palangka Raya, menyatakan bahwa momen Lebaran menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara. Hal ini memperkuat ikatan keluarga dan membuka jalan untuk saling memaafkan. "Ini saat yang tepat untuk menjaga hubungan," ujarnya di Palangka Raya, Sabtu.

Menurut Zaini, suasana Lebaran tahun ini mencerminkan nilai persatuan yang kuat di tengah masyarakat. Masyarakat Palangka Raya dapat menempatkan perbedaan sebagai bagian dari dinamika kehidupan beragama tanpa mengganggu keharmonisan sosial.

Ia menambahkan bahwa Idul Fitri tidak hanya menjadi momen spiritual untuk kembali kepada fitrah, tetapi juga sebagai momentum mempererat persatuan dan kesatuan. "Dalam konteks masyarakat yang majemuk seperti Palangka Raya, sikap saling menghormati menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial," katanya.

Zaini menilai bahwa keharmonisan yang terbangun selama Idul Fitri merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta falsafah lokal Huma Betang yang menjunjung tinggi kebersamaan dalam keberagaman.

"Nilai tersebut tercermin dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang tetap saling berkunjung, bersilaturahmi, dan menjaga hubungan baik meskipun ada perbedaan pandangan, bahkan beda agama," tambahnya. Masyarakat menunjukkan toleransi dengan menjaga ketertiban lingkungan, menghormati pelaksanaan ibadah yang berbeda waktu, dan mengedepankan komunikasi yang sejuk di ruang publik maupun media sosial.

Pemerintah Kota Palangka Raya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga suasana aman, tertib, dan harmonis pasca-Idul Fitri. "Dengan semangat kebersamaan tersebut, kualitas kehidupan sosial masyarakat semakin nyaman, sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan," harap Zaini.

Di sisi lain, pada Lebaran tahun ini, tradisi open house kepala daerah dengan masyarakat umum tidak digelar secara resmi. Namun, hal ini justru menghadirkan nuansa baru yang lebih hangat dan personal. Zaini memilih pendekatan sederhana dengan membuka pintu rumahnya bagi warga yang ingin bersilaturahmi. "Silakan saja datang ke rumah, kita makan kecil-kecilan. Karena Pak Wali tahun ini absen, kita persilakan kalau ada yang ingin berkunjung," katanya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research