Munas Pemuda Hidayatullah Soroti Peran Strategis Generasi Muda Indonesia

20 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) IX, Pemuda Hidayatullah sukses menggelar Upgrading Dai pada hari ini. Forum pelatihan tersebut diikuti ratusan orang perwakilan cabang-cabang organisasi dakwah Islam tersebut dari Aceh hingga Papua.

Dalam pemaparannya yang bertajuk "Peran Strategis Pemuda Indonesia", seorang pengusaha nasional Mazz Reza Pranata menyoroti tantangan global dan sekaligus peluang besar yang mesti dihadapi generasi muda Indonesia. Ia pun menempatkan Sumpah Pemuda sebagai fondasi ideologis pergerakan kepemudaan Tanah Air pada lintas generasi.

"Ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa merupakan titik temu visi kolektif yang mempersatukan pemuda lintas latar belakang. Dari sinilah identitas nasional Indonesia dibangun dan terus dirawat hingga hari ini," ujar CEO Anata Development Group ini dalam forum Upgrading Dai Pemuda Hidayatullah di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Reza memaparkan proyeksi masa depan Indonesia berdasar sejumlah data. Pada 2026, RI memiliki sekitar 40,3 juta penduduk yang berusia di bawah 30 tahun dengan pendapatan per kapita mencapai 5.520 dolar AS.

Pada 2030, jumlah konsumen diperkirakan mencapai 135 juta jiwa dengan 71 persen populasi tinggal di perkotaan. Kawasan urban diproyeksikan memproduksi sekitar 86 persen produk domestik bruto (PDB) nasional.

Bahkan, lanjut Reza, pada 2050 Indonesia diproyeksikan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia. Karena itu, generasi muda kini sangat penting untuk dibekali dengan keterampilan-keterampilan yang relevan, sesuai perkembangan zaman.

Misalnya, literasi digital, pemasaran digital, analisis data, kecerdasan buatan, hingga keamanan siber. Selain itu, soft skill seperti kepemimpinan, komunikasi, dan berpikir kritis juga menjadi fondasi penting.

"Berbagai keterampilan ini menjadi prasyarat untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045," kata Reza.

Ia juga menekankan pentingnya pola pikir kewirausahaan di kalangan pemuda, termasuk para dai. Sebab, entrepreneurship tidak sekadar aktivitas bisnis, melainkan juga cara pandang dalam merespons perubahan.

“Entrepreneurship is a mindset that allows you to see opportunity everywhere,” tegasnya.

Bagi pemuda Islam, kewirausahaan harus berjalan seiring dengan etika, kebermanfaatan sosial, dan semangat pengabdian. Dengan pendekatan tersebut, pemuda tidak hanya berperan sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga penjaga nilai kebangsaan dan moralitas umat.

"Pemuda mesti mampu menjadi jembatan antara nilai dan inovasi, antara dakwah dan pembangunan, demi Indonesia yang berdaya saing dan berkeadaban," tukas dia.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research