Militer Iran akan Targetkan Infrastruktur Starlink Milik Elon Musk di Timur Tengah

2 weeks ago 11

Perangkat Starlink (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Ketegangan antara Iran melawan aliansi Amerika Serikat (AS) dan Israel kini merambah ke ruang angkasa dan infrastruktur digital. Media pemerintah Iran melaporkan, infrastruktur internet satelit Starlink milik miliarder AS, Elon Musk, kini masuk dalam daftar "target sah" militer Republik Islam di kawasan Asia Barat.

Kantor berita negara Fars yang dikutip Al Jazeera, merilis infografis yang merinci kehadiran Starlink di negara-negara tetangga seperti Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Teheran memandang keberadaan terminal satelit ini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan instrumen intelijen dan infiltrasi informasi yang mengancam stabilitas nasional di tengah berkecamuknya perang.

Operasi pembersihan

Kebijakan Teheran ini diikuti dengan operasi penegakan hukum besar-besaran di dalam negeri. Kepala Polisi Iran, Ahmad-Reza Radan, sebagaimana dikutip kantor berita ISNA, mengonfirmasi penangkapan 46 orang yang diduga terlibat dalam jaringan penjualan terminal SpaceX secara ilegal. Sebanyak 139 perangkat Starlink berhasil disita dalam operasi tersebut.

Dilansir dari Bloomberg, Pemerintah Iran telah menetapkan, penggunaan Starlink tanpa izin merupakan pelanggaran serius yang dapat dijatuhi hukuman penjara hingga dua tahun. Meski demikian, laporan dari aktivis hak digital menunjukkan bahwa sekitar 50.000 terminal diperkirakan masih beroperasi secara sembunyi-sembunyi di negara berpenduduk 90 juta jiwa tersebut.

Langkah keras terhadap pengguna Starlink ini menunjukkan prioritas rezim dalam mengendalikan arus informasi publik. Hal ini krusial mengingat serangan udara AS dan Israel selama sebulan terakhir telah melumpuhkan sebagian besar infrastruktur komunikasi dan menewaskan sejumlah pemimpin senior Iran.

"Pihak berwenang Iran telah mengeluarkan banyak arahan untuk memburu terminal-terminal Starlink," ujar Ahmad Ahmadian, direktur eksekutif kelompok hak digital Holistic Resilience.

Kementerian Intelijen Iran baru-baru ini juga mengklaim telah menangkap puluhan orang yang dituduh sebagai mata-mata Amerika dan Israel. Dalam operasi tersebut, petugas menyita tujuh perangkat Starlink bersama dengan sejumlah senjata api dan amunisi.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research