Mentan Tegaskan Program MBG Serap Hasil Produksi 165 Juta Petani

8 hours ago 2

Mentan: MBG menjadi "offtaker" 165 juta petani Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi penyerap hasil produksi sekitar 165 juta petani di seluruh Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Amran usai diskusi bersama sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, Rabu.

Amran menjelaskan bahwa program MBG tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian penting dalam ekosistem pertanian nasional yang menghubungkan produksi petani dengan kebutuhan konsumsi masyarakat secara langsung. "Itu MBG jangan lihat berdiri sendiri. Ini kata kunci ya. MBG itu menjadi offtaker 165 juta petani," tegasnya.

Program MBG, yang menjadi salah satu unggulan Presiden Prabowo Subianto, memberikan kepastian pasar bagi petani sehingga hasil produksi dapat terserap optimal. Hal ini mencegah terjadinya kelebihan pasokan yang dapat menekan harga di tingkat produsen.

Lebih lanjut, Amran menyebut bahwa program ini juga mendorong perputaran ekonomi di desa karena aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi terjadi secara terintegrasi dalam satu rantai. Dampak positif tersebut berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor pertanian dan peternakan yang mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya permintaan dari program pemerintah tersebut.

Amran menambahkan, manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga generasi muda yang mendapatkan asupan gizi lebih baik. Ini diharapkan dapat membuat generasi penerus lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

Program MBG menyasar berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil, sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. "Itu akan membuat anak-anak kita cerdas nanti ke depan, dia penuh dengan gizi," tambahnya.

Amran menegaskan bahwa pelaksanaan program ini tidak memiliki kepentingan politik, tetapi murni bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mempersiapkan generasi penerus bangsa yang lebih kuat. "Anak SD, anak dalam kandungan, yang kita beri MBG. Pemilu 2029 tidak ada hubungannya," ujarnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research