Menkes Soroti Banyak Warga RI Obesitas, Pantas Rentan Mati Muda

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kembali menyinggung persoalan obesitas di Indonesia. Obesitas berkaitan erat dengan tekanan darah tinggi dan kolesterol, yang bisa memicu penyakit serius penyebab kematian dini. 

Hal itu disampaikan Budi saat menghadiri kampanye kesehatan terkait obesitas bersama Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen di Hari Obesitas Sedunia 2026, Kamis (7/5/2026). Dalam sambutannya, Budi membandingkan rata-rata harapan hidup masyarakat Indonesia dengan Denmark yang dinilai lebih panjang karena pola hidup sehat.

"Average life expectancy Denmark itu 82-83 tahun. Indonesia 70-73 tahun. Jadi ada selisih 10 tahun," ujar Budi dalam acara bertema "Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan" tersebut.

Budi bilang, salah satu penyebab utama masyarakat Indonesia lebih rentan mengalami penyakit adalah persoalan berat badan dan pola hidup yang kurang sehat. Ia pun secara terang-terangan menyinggung ukuran lingkar perut dan indeks massa tubuh (BMI).

"Kalau laki-laki lingkar perut harus di bawah 90 cm, perempuan di bawah 80 cm. Ini bukan soal fisik, tapi soal kesehatan," katanya.

Budi menjelaskan obesitas berkaitan erat dengan gula darah, tekanan darah tinggi, hingga kolesterol. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat mulai mengubah pola makan dan lebih aktif bergerak jika ingin hidup lebih lama.

Dalam kesempatan itu, Budi juga mempromosikan program label nutrisi "Nutri-Level" yang mulai diterapkan pemerintah untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada makanan serta minuman.

"Kalau beli yang A aja, jangan yang D. Kita harus bikin hidup sehat jadi movement, bukan sekadar program pemerintah," ujarnya.

Ia juga mencontohkan minuman kopi yang kini mulai diberi label kesehatan di sejumlah gerai kopi. "Misalnya matcha coffee D. Americano A. Zero calories, you look very cool," kata Budi sambil bercanda.

Selain soal makanan, Menkes juga menyoroti pentingnya olahraga rutin. Ia mengaku ingin membuat olahraga menjadi gaya hidup yang dianggap keren oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Budi bahkan mengungkapkan rencananya mengikuti Jakarta Marathon sambil mendampingi penyandang tunanetra.

"Saya mau running 21 kilo bawa orang buta. Supaya bisa motivasi anak-anak muda yang masih gemuk-gemuk. Orang buta aja lari, masa kita yang sehat enggak lari," ujarnya.

Menurutnya, olahraga sederhana seperti lari, badminton, hingga padel bisa membantu mengurangi obesitas jika dilakukan rutin minimal 30 menit sehari selama lima hari dalam seminggu sesuai panduan WHO.

Sementara itu, Duta Besar Denmark Sten Frimodt Nielsen mengatakan obesitas kini menjadi tantangan global, termasuk di Indonesia dan Denmark. Ia menilai persoalan obesitas bukan sekadar masalah penampilan, tetapi kondisi kesehatan kompleks yang dipengaruhi gaya hidup, lingkungan, hingga kesehatan mental.

"Memperkuat habit kesehatan dapat menjadi berbeda setiap saat. Apakah melalui nutrisi yang lebih baik, aktivitas fisik biasa, atau pilihan sehari-hari? Dan terkadang, ini benar-benar tentang langkah-langkah kecil. Perubahan kecil dalam rutin sehari-hari, peningkatan kecil dalam kesadaran, aksi kecil yang, ketika tergabung, menciptakan dampak yang jauh lebih besar," kata Sten.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research