Menhan Ungkap Bisa ke Pentagon Setelah Larangan Masuk AS Dicabut Pete Hegseth

4 weeks ago 17

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan (Menhan) RI mengungkapkan, alasan dirinya yang sempat masuk daftar hitam (black list) pemerintah Amerika Serikat (AS), kini namanya sudah dicabut. Dia pun bisa masuk ke negeri Paman Sam, yang dibuktikan kedatangannya ke Pentagon, AS pada April 2026.

Hal itu terjadi bermula dengan pertemuannya dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth di sela forum Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN ke-19 (19th ADMM) di Kuala Lumpur, Malaysia pada November 2025. Dalam pertemuan pertama dengan Hegseth, ia mengungkapkan, AS meminta izin kepada pemerintah RI untuk bisa melintasi wilayah udara, dengan mengikuti aturan.

"Kami ingin melintas untuk keperluan-keperluan tertentu yang mendesak. Itu yang diucapkan ke saya secara lisan. Jadi saya jawab 'walaupun ada harapan, tapi saya akan lapor ke presiden, karena beliau panglima tertinggi TNI'," kata Menhan menceritakan percakapan dengan Hegseth dalam rapat dengar pendapat (hearing) di Ruang Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).

Sjafrie melanjutkan, Hegseth kemudian ingin mengundangnya untuk berkunjung ke AS pada 2026. "Terus dia bilang lagi, bisa gak saya undang Menteri Pertahanan RI ke Amerika Serikat tahun 2026? Dia bilang secara langsung, saya kaget juga. Saya bilang terima kasih Pak Menteri mengundang saya, tapi saya mungkin tidak bisa pergi ke Amerika Serikat," ucap Sjafrie menjelaskan percakapannya dengan Hegseth.

Hal itu pun membuat Hegseth penasaran. "Oh kenapa? Anda kan Menteri Pertahanan?" ucapnya kepada Sjafrie.

Kemudian, Sjafrie menjelaskan bahwa ia menjadi target pemerintah AS sejak lama, karena aktivitasnya di Timor Timur. Sebagai prajurit Kopassus, ia pernah bertugas di provinsi ke-27 RI itu yang kini sudah menjadi negara merdeka bernama Timor Leste.

"Saya ini korban banned Amerika Serikat, karena saya prajurit pasukan khusus yang pernah bertugas di Timor Timur, jadi seluruh prajurit special forces yang pernah bertugas ke Timur Timur di-banned dan sekarang sudah 27 tahun kami di-banned," kata Sjafrie.

Dia pun membagikan pengalamannya ketika menjabat wakil menhan periode 2010-2014 diajak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkunjung ke AS. Sayangnya, Sjafrie tidak bisa masuk ke AS karena namanya masuk dalam daftar hitam.

"Saya pernah waktu mendampingi Kabinet Pak SBY diurus, tahu-tahu di-banned, tidak boleh atas nama pemerintah Amerika Serikat," kata Sjafrie kepada Hegseth.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research