Malaysia dan Brunei Bawa Masalah Kabut Asap Indonesia ke ASEAN  

2 hours ago 2

Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Mensesneg Prasetyo Hadi (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kawasan Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan secara optimal dan cepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Malaysia dan Brunei sepakat membawa persoalan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia ke tingkat ASEAN. Di tengah langkah tersebut, Indonesia memberikan izin kepada Malaysia untuk melakukan operasi modifikasi cuaca atau cloud seeding di wilayah udara Indonesia guna membantu mengatasi kabut asap.

Kesepakatan Malaysia dan Brunei dicapai dalam konsultasi tahunan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah di Bandar Seri Begawan, Sabtu (22/8/2026). “Kami berdua sepakat menggunakan mekanisme ASEAN sebagai pilihan terbaik. Kami telah meminta Menteri Luar Negeri Mohamad Hasan untuk menangani isu ini,” kata Anwar dalam konferensi pers seusai pertemuan, dikutip dari The Star, Selasa (25/8/2026).

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan Kuala Lumpur akan menyampaikan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN melalui Kementerian Sumber Asli dan Kelestarian Alam Malaysia. 

Di sisi lain, Menteri Sumber Asli dan Kelestarian Alam Malaysia Arthur Joseph Kurup mengatakan Indonesia telah memberikan izin kepada lembaga Malaysia untuk memasuki wilayah udara Indonesia guna melakukan cloud seeding. Operasi tersebut disiapkan untuk membantu menangani kabut asap di wilayah perbatasan.

Badan pengelola bencana nasional dan Departemen Meteorologi Malaysia sedang menyiapkan jadwal operasi modifikasi cuaca di sejumlah lokasi perbatasan. Pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan militer Indonesia.

Malaysia juga siap membantu Indonesia memadamkan kebakaran. Kurup mengatakan setiap permintaan bantuan dari Indonesia akan dibawa ke kabinet Malaysia untuk ditindaklanjuti.

Malaysia dan Indonesia juga akan memperkuat upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran menjelang sejumlah hari libur nasional dalam beberapa pekan mendatang, termasuk perayaan Hari Malaysia di Sarawak pada 16 September.

Sarawak menjadi wilayah Malaysia yang paling terdampak kabut asap karena berbatasan langsung dengan Kalimantan. Pada Senin kemarin, enam distrik di Sarawak mencatat indeks polusi udara (API) kategori tidak sehat. Kondisi serupa terjadi di delapan distrik lain di empat negara bagian di Semenanjung Malaysia.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research