Kodam V Brawijaya Perketat Pengawasan Usai Instruksi Siaga 1 Panglima

3 hours ago 1

Surabaya, CNN Indonesia --

Kodam V/Brawijaya menyatakan kesiapan penuh dalam menjalankan instruksi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terkait penetapan status Siaga 1 di seluruh wilayah Indonesia.

Hal itu merupakan langkah antisipasi terhadap potensi eskalasi situasi keamanan dalam negeri yang dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah.

Perintah kesiagaan tersebut secara resmi tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor: TR/283/2026 yang diterbitkan 1 Maret 2026. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun, yang menginstruksikan jajaran TNI di daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika situasi nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons perintah tersebut, Wakapendam V/Brawijaya Letkol Czi Yudo Aji Susanto mengatakan, jajaran Kodam V/Brawijaya tegak lurus terhadap setiap kebijakan yang telah digariskan oleh Mabes TNI. Ia menyebut, koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan stabilitas di wilayah Jawa Timur tetap terjaga di tengah gejolak geopolitik.

"Pada Intinya kami Kodam V/Brawijaya sebagai satuan bawah tetap selaras dengan kebijakan komando atas,"'kata Yudo saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (10/3).

Selain memperkuat koordinasi internal, Kodam V/Brawijaya juga melakukan pemetaan intensif terhadap kondisi wilayah. Yudo menjelaskan, meskipun situasi regional di Jawa Timur saat ini masih terkendali, pengawasan terhadap perkembangan informasi dan potensi kerawanan tetap menjadi prioritas utama pihaknya.

"Tentunya dengan mempertimbangkan situasi dan wilayah dan selalu memonitor perkembangan situasi dan selalu mengikuti arahan komando atas," ucapnya.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan jajarannya untuk siaga 1 dan menyiapkan langkah antisipasi atas perkembangan situasi akibat konflik di Timur Tengah.

Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 itu diteken Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.

Surat itu berisi tujuh instruksi agar jajaran mulai siaga dengan menyiapkan sejumlah langkah strategis di dalam negeri jika eskalasi akibat perang Iran dengan AS-Israel tak kunjung mereda. 

(frd/gil)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research