Jakarta, CNBC Indonesia - Novel Gadis Kretek karya penulis Indonesia Ratih Kumala resmi diterbitkan dalam bahasa Korea Selatan. Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Korea Selatan melalui karya sastra.
Duta Besar RI untuk Korea Selatan Cecep Herawan mengatakan, hubungan Indonesia dan Korea selama ini dikenal kuat dari sisi ekonomi dan diplomatik. Namun ia menekankan karya sastra juga dapat menjadi jembatan untuk memahami nilai serta kehidupan masyarakat kedua negara.
"Penerbitan Gadis Kretek dalam bahasa Korea bukan sekadar proses penerjemahan sebuah buku. Ini komitmen bersama untuk memperluas pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea Selatan," ujar Cecep dalam peluncuran novel di ASEAN-Korea Centre (AKC), Seoul, dikutip keterangan resmi, Minggu (15/3/2026).
Penerbitan novel tersebut diselenggarakan oleh HansaeYes24 Foundation dalam program Southeast Asian Literature Series. Program ini bertujuan memperkenalkan karya sastra dari negara-negara Asia Tenggara kepada pembaca di Korea Selatan melalui penerjemahan ke dalam bahasa Korea.
Chairperson HansaeYes24 Foundation, Baek Soomi mengatakan, karya sastra Asia Tenggara memiliki peran penting dalam memperkaya dialog budaya di Korea. Ia menilai di tengah popularitas budaya Korea di dunia, masyarakat Korea juga perlu membuka diri terhadap karya dari budaya lain.
"Penerbitan Gadis Kretek diharapkan dapat memperluas apresiasi masyarakat Korea terhadap sastra Asia Tenggara sekaligus memperkuat jembatan budaya antara kedua kawasan," kata ia.
Penulis Gadis Kretek, Ratih Kumala, mengungkapkan novel tersebut terinspirasi dari kisah kakeknya dari pihak ibu yang pernah menjadi pengusaha kretek di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian mengembangkan karakter serta alur cerita yang memadukan unsur sejarah dan fiksi.
Novel Gadis Kretek pertama kali diterbitkan di Indonesia pada 2012 oleh Gramedia Pusaka Utama. Popularitasnya semakin meningkat setelah kisah tersebut diadaptasi menjadi serial Netflix pada 2023 yang memperkenalkan latar budaya serta sejarah sosial Indonesia kepada penonton global.
Dalam rangka promosi di Korea Selatan, Ratih Kumala juga dijadwalkan menghadiri acara Book Talk di Seoul Film Center pada 13 Maret 2026. Selain itu, ia turut tampil dalam acara Book Concert bertajuk "Beyond the Smoke" di National Asian Culture Center, Gwangju, pada 14 Maret 2026.
KBRI Seoul juga memanfaatkan rangkaian acara tersebut untuk memperkenalkan budaya Indonesia secara lebih luas. Salah satunya dengan menghadirkan kopi Gayo dalam bentuk drip bag coffee agar masyarakat Korea dapat mengenal Indonesia tidak hanya melalui literatur, tetapi juga melalui cita rasa kopi Nusantara.
(hsy/hsy)
Addsource on Google














































