Ketika Muhammad SAW Belia Diselamatkan Rahib dari Ancaman Yahudi Pembunuh

4 hours ago 1

ILUSTRASI Rasulullah SAW.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Orang-orang Yahudi dikisahkan telah membunuh beberapa nabi dan orang-orang saleh.

Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Ad-Durr al-Mantsur fi Tafsir al-Ma’tsur (1/178) menyebutkan bahwa Bani Israil dalam satu hari membunuh 300 Nabi, kemudian mereka beraktivitas di pasar pada sore harinya seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Ibnul Qayyim menyebutkan, “Generasi yang datang setelah Nabi Musa, mereka adalah pembunuh para Nabi. Mereka membunuh Nabi Zakaria dan putranya, Nabi Yahya, serta banyak Nabi-nabi lainnya. Hingga dalam waktu sehari mereka membunuh 70 Nabi, lalu mereka pergi ke pasar di sore hari, seolah-olah mereka tidak berbuat kesalahan apapun.” (Hidayah al-Hayara, halaman 19)

Sebagian ahli tafsir seperti Al-Baidhawi menyebutkan beberapa nama nabi yang dibunuh Bani Israil, “Mereka membunuh Isya’ya, Zakaria, Yahya, dan nabi-nabi lainnya yang mereka tahu itu tidak dibenarkan. Karena mereka tidak memiliki keyakinan bolehnya membunuh para nabi. Namun mereka lakukan itu karena mengikuti hawa nafsu dan cinta dunia.” (Tafsir al-Baidhawi, halaman 331)

Dikisahkan Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam Sirah Nabawiyah, ketika Nabi Muhammad SAW masih kecil baru berusia sekitar 12 tahun, seorang rahib mencegah Nabi Muhammad bertemu dengan orang-orang Yahudi yang dapat mencelakainya. Sebab, sejak Nabi Muhammad masih kecil tanda-tanda Kenabian sudah terlihat pada diri beliau.

Kisahnya berawal ketika usia Nabi Muhammad SAW mencapai usia 12 tahun, ada yang berpendapat 12 tahun lebih dua bulan dan sepuluh hari. Abu Thalib mengajak Nabi Muhammad SAW pergi berdagang dengan tujuan ke daerah Syam.

Abu Thalib dan Nabi Muhammad SAW yang masih berusia 12 tahun tiba di Bushra, suatu daerah yang termasuk daerah Syam dan menjadi ibukota Hauran. Daerah tersebut merupakan ibukotanya orang-orang Arab, meskipun di bawah kekuasaan bangsa Romawi pada waktu itu.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research