Ambon, CNN Indonesia --
Kepala Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Maluku Kompol S dicopot dari jabatannya.
Pencopotan itu buntut akibat kasus dugaan pemerasan terhadap pengusaha bernama, Hartini senilai Rp500 juta. Kompol S ditempatkan ke bagian Pelayanan Masyarakat (Yanma).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kompol S pada Selasa (21/4) menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku sejak sekitar pukul 15.00 WIT.
Kompol S datang memakai kemeja kotak-kotak hitam tiba di Gedung Ditreskrimum. Dia langsung menuju ruangan penyidik Subdit 2 yang terletak di lantai II untuk menjalani pemeriksaan.
Kompol S diperiksa terkait laporan polisi terkait kasus pemerasan oleh empat anggota polisi yang dilayangkan Hartini di SPKT beberapa pekan lalu.
Tak hanya Kompol S, Bripka Eric dan Bripka Irvan turut diperiksa. Mereka diperiksa setelah korban pengusaha emas Hartini membuat laporan polisi di SPKT Polda Maluku terkait dugaan pemerasan.
Sebelumnya, empat anggota Polda Maluku dilaporkan ke Propam Polda Maluku terkait dugaan pemerasan terhadap pengusaha Hartini.
Hartini melaporkan dugaan penipuan terkait pembelian sianida senilai Rp8,2 miliar dan pemerasan oleh anggota polisi.
Pelaporan itu dilakukan Hartini bersama kuasa hukumnya ke Mapolda Maluku, Ambon, Senin (6/4).
Adapun empat polisi yang dilaporkan dugaan pemerasan itu adalah Kepala SPKT Kompol S, anggota Polda Maluku masing-masing Bripka ER dan Bripka I dan Kapolsek Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, AKP REL.
Kompol S buka suara
Sementara itu, ditemui di Gedung Ditreskrimum Polda Maluku, Kompol S membantah tuduhan pemerasan hingga terjadi pencopotan dari jabatannya. Ia tak terima lantaran tidak pernah terlibat dalam kasus pemerasan, dan justru jadi korban pencopotan.
Kompol S mengaku surat telegram (TR) terkait pemberhentian dirinya dari Kepala SPKT diterima kala tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Ditreskrimum Polda Maluku.
"Iya saya dimutasi, karena alasan saya bertemu dengan Pak Steven, saya dimutasi ke Yanma," ujar Kompol S saat Ditemui CNNIndonesia.com. Selasa (21/4).
Ia bilang saat diperiksa di bidang Propam mereka mempersoalkan terkait keterlibatan alias turut serta membantu upaya pemerasan dengan cara mencari nomor kontak Kapolsek KPYS AKP REL.
Padahal, ia menyebut hanya bersifat membantu mencari nomor kontak karena diminta pimpinan organisasi antikorupsi bernama Steven Samuel.
Setelah nomor kontak Kapolsek didapat, ia kemudian mengirimkan nomor kontak tersebut kepada Steven.
"Saya kecewa, mereka bilang saya turut membantu, dari situ mungkin saya dimutasi, padahal saya sudah sampaikan, saya cuma mengirim nomor kontak Kapolsek karena Pak Steven meminta," ucapnya.
Ia lantas meminta penyidik Polda Maluku segera memanggil Kapolsek Pelabuhan AKP REL untuk dimintai keterangan. Pasalnya, uang pemerasan tersebut diduga mengalir ke kantong pribadinya.
"Jangan hanya saya yang jadi korban, panggil juga Kapolsek pelabuhan AKP REL, dan berapa anggota TNI juga yang mengantar anak buah Pak Steven bertemu dengan Kapolsek pelabuhan, supaya adil," ujarnya.
CNNIndonesia.com mencoba mengonfirmasi perihal mutasi itu ke Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada respons darinya.
Sementara Pimpinan Organisasi Anti Korupsi Steven Samuel mengaku Hartini sempat meminta bantuannya terkait 300 kaleng sianida tertahan di pelabuhan Ambon.
Dia mengklaim Hartini mengatakan ratusan kaleng sianida segera dikirim ke Namlea, Kabupaten Buru karena pembeli sedang menunggu.
"Jadi saat itu, Hartini telepon minta tolong bahwa sianida ditahan di Ambon, saya mencoba membantu karena setahu saya barang itu legal karena dokumen pengiriman lengkap," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa.
Untuk meyakinkan barang tersebut apakah ilegal atau legal, ia kemudian menelepon Kompol S terkait 300 kaleng sianida milik Hartini yang tertahan di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.
Steven lalu meminta bantuan Kompol S mencari nomor kontak Kapolsek Pelabuhan AKP REL. Setelah nomor kontak didapat, Steven lalu mengutus anak buah bertemu dengan AKP REL.
"Jadi saya hanya minta bantuan Kompol S cari nomor kontak Kapolsek saja, soal yang lain-lain Kompol S tidak terlibat,"ujarnya.
(sai/kid)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
1












































