REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mendorong pemerintah daerah (pemda) melakukan reformasi sistem kerja ke arah yang lebih cepat dan efektif. Hal itu salah satunya dengan membuka ruang bagi penerapan work form anywhere (WFA) bagi pegawai atau ASN.
Hal itu disampaikan ketika Zudan memberikan sambutan dalam acara penandatanganan komitmen bersama pembangunan dan penerapan manajemen talenta di Gedung Gradhika, Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Kamis (8/1/2026). Selain Gubernur Jateng, acara tersebut turut dihadiri sejumlah bupati/wali kota di Jateng.
Dalam sambutannya, Zudan menyinggung tentang reformasi yang selalu berlangsung di bidang industri perbankan. Dia mengambil contoh tentang bagaimana saat ini masyarakat sangat mudah untuk melakukan transaksi perbankan, terutama mentransfer uang, secara realtime.
"Dulu saya ingat waktu SMP/SMA, dikirimi uang itu lewat wesel pos, butuh waktu kurang lebih dua minggu. Kemudian tahun 80-an, bertumbuh dan lahirlah BRI unit desa. Dari 14 hari, menjadi tiga atau dua hari kirim uang," kata Zudan.
Dia menambahkan, industri perbankan terus melakukan inovasi dan reformasi hingga akhirnya tercipta mesin ATM dan aplikasi mobile banking. "Dengan mobile banking, bisa 24 jam kita bertransaksi, bisa dari mana pun," ucapnya.
"Nah, ini ibu/bapak yang saya inginkan di BKN, bersama ibu/bapak, mengubah pola kerja yang lama menjadi cepat. Yang dari harus ke kantor, bisa anywhere, bisa dari manapun," tambah Zudan.
Pada kesempatan itu, Zudan menyampaikan dia sudah tiga hari melakukan WFA. "Pernah kantor BKN saya tinggal 21 hari, aman. Jadi saya sering mengatakan kepada staf-staf yang muda Mas Gub (Gubernur), yang mengatakan, 'Kantor ini Pak kalau enggak ada saya, wah enggak jalan'. Saya bilang, 'Le, lah wong BKN itu loh ta tinggal 21 hari masih tegak berdiri ya kan?'," ucapnya.
Zudan menekankan institusi tidak digantungkan pada figur, melainkan sistem. "Seperti bank tadi, mobile banking, direktur utamanya ganti, mobile banking-nya tetap operasional, ATM-nya tetap operasional. Ini yang kami ingin bapak/ibu kita bergerak ke sana dengan meritokrasi," katanya.
Menurutnya, sistem meritokrasi penting diterapkan pada dunia birokrasi. "Merit itu dari bahasa Yunani, artinya layak, pantas, bagus. Sedangkan 'kratos' itu kekuasaan. Jadi meritokrasi itu menempatkan orang yang pantas, yang layak, orang yang bagus, untuk mengeksekusi fungsi-fungsi yang ada dalam kekuasaan," ujar Zudan.
Dia mengatakan manajemen talenta yang dicetuskan BKN bertujuan mengelola para ASN berkualitas dan potensial di bidang-bidang tertentu. "Jadi bapak/ibu, manajemen talenta adalah alat untuk mewujudkan impian dan visi-misi bapak/ibu kepala daerah semuanya. Caranya cari orang yang mampu dan mau bekerja," ucapnya.

22 hours ago
4














































