REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya perlindungan tanaman sebagai bagian dari strategi menjaga peningkatan produksi padi nasional dan sebagai langkah antisipasi dampak El Nino.
Melalui Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (Gerdal OPT) di Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Kementan mengintensifkan langkah preventif menghadapi serangan Wereng Batang Cokelat (WBC) dan hama tikus agar produktivitas petani tetap terjaga.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan, perlindungan tanaman bagian penting dari strategi Kementan menjaga keberlanjutan produksi dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan.
Karena itu, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) harus dilakukan secara dini, terpadu, dan berkelanjutan agar potensi kehilangan hasil panen dapat ditekan serta produktivitas petani tetap terjaga.
Langkah ini sejalan dengan berbagai program Kementan dalam meningkatkan produksi melalui percepatan tanam, optimalisasi lahan, modernisasi pertanian, hingga pengamanan hasil produksi.
Sejalan dengan arahan tersebut, Plh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Irham Warohian mengatakan gerakan pengendalian secara dini merupakan strategi efektif untuk menekan risiko kehilangan hasil akibat serangan OPT.
"Gerakan pengendalian yang dilakukan serempak adalah strategi efektif memutus siklus perkembangan hama sejak awal. Dengan deteksi dini dan respons cepat, potensi kerusakan tanaman bisa diminimalkan sehingga produktivitas terjaga," ujar Irham dalam keterangan, Senin (6/7/2026).
Gerakan Pengendalian OPT di Desa Salebu melibatkan sinergi berbagai pihak. Mulai dari Kelompok Tani (Poktan), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Kolaborasi tersebut menjadi kunci keberhasilan pengendalian hama secara terpadu di tingkat lapangan.
Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan, Rachmat, mengatakan keberhasilan pengendalian hama sangat bergantung pada kekompakan seluruh pemangku kepentingan serta penerapan teknologi pengendalian yang adaptif dan ramah lingkungan.
"Kunci utama Gerdal adalah kebersamaan dan pengamatan yang disiplin. Kami mendorong penggunaan agen pengendali hayati serta pelaksanaan pengendalian secara serempak dalam satu hamparan agar mampu memutus penyebaran wereng maupun tikus secara efektif," kata Rachmat.
Melalui gerakan pengendalian yang terukur, terpadu, dan berkelanjutan, Kementan optimistis produksi padi di Kabupaten Cilacap tetap terjaga.
Sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Tengah, Kabupaten Cilacap diharapkan terus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan.

7 hours ago
7











































