Kapolres Toraja Utara Respons Isu Barbuk Sabu 160 Kg Dimakan Tikus

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolres Toraja Utara AKBP Stephanus Luckyo membantah narasi yang beredar di media sosial soal barang bukti (barbuk) narkotika jenis sabu seberat 160 kilogram di Polres Toraja Utara hilang karena dimakan tikus dan serangga.

"Informasi yang belakangan ini beredar di media sosial terkait barang bukti sabu seberat 160 Kg hilang karena dimakan tikus dan serangga itu adalah hoaks atau berita bohong," kata Luckyto saat dikonfirmasi, Rabu (11/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Luckyto mengatakan bahwa kabar tersebut menyesatkan dan tidak didasarkan pada data yang valid. Menurutnya, kabar itu sengaja dibuat untuk memicu opini negatif.

"Faktanya, Polres Toraja Utara tidak pernah melakukan pengungkapan atau penyitaan kasus narkoba jenis sabu dengan jumlah sebesar 160 Kg. Angka tersebut merupakan manipulasi informasi yang tidak memiliki dasar data sama sekali," jelasnya.

Menurut Luckyto narasi yang beredar di media sosial bertujuan untuk mendiskreditkan integritas kepolisian dalam mengelola barang bukti.

"Gambar yang digunakan juga merupakan hasil rekayasa AI," katanya.

Luckyto menegaskan tetap berdiri teguh dan berkomitmen penuh dalam memerangi peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Toraja Utara demi melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,

"Kami meminta masyarakat untuk lebih kritis dengan tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks. Mari lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial, saring sebelum dishare," kata Luckyto.

(mir/wis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research