REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kanada meluncurkan program Impact Investment Readiness in Indonesia (IIRI) dengan target pendanaan mencapai 27 juta dolar AS atau sekitar Rp 455 miliar untuk memperkuat ketahanan ekonomi pengusaha perempuan Indonesia.
Berbicara saat peluncuran IIRI di Jakarta, Senin (12/1/2026), Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional Randeep Sarai menjelaskan program tersebut merupakan kolaborasi antara Global Affairs Canada (GAC) dan Impact Investment Exchange (IIX). Program ini akan menyasar pelaku usaha di berbagai daerah di Indonesia.
“Program ini akan bekerja sama dengan para investor dan lembaga keuangan untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih mendukung. Secara keseluruhan, proyek ini diperkirakan akan membuka sekitar 27 juta dolar AS modal swasta bagi bisnis-bisnis yang dipimpin oleh perempuan,” kata Sarai.
Sarai menuturkan Indonesia merupakan salah satu negara dengan perekonomian yang tumbuh paling cepat di dunia serta menjadi kekuatan baru di kawasan Asia Tenggara.
Ia menyebut perempuan berperan penting dalam menciptakan bisnis yang membuka lapangan pekerjaan, sekaligus menopang keluarga dan komunitas lokal melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejalan dengan itu, Indonesia melalui Visi Indonesia Emas 2045 juga berupaya meningkatkan partisipasi ekonomi perempuan serta mendorong pembangunan berkelanjutan melalui penguatan ekosistem UMKM.
Meski demikian, Sarai menilai perempuan masih kerap menghadapi tantangan dalam mengembangkan usaha, terutama terkait akses terhadap pembiayaan.
Oleh karena itu, Kanada ingin membantu pengusaha perempuan menghilangkan hambatan, mengurangi risiko, dan membangun sistem kewirausahaan yang lebih baik melalui IIRI, yakni program yang mendukung UMKM yang dipimpin perempuan agar memperoleh akses pembiayaan yang lebih optimal.
“Dengan memastikan bisnis yang dipimpin perempuan memiliki sumber daya yang mereka butuhkan, kita membantu membuka potensi penuh perekonomian Indonesia demi manfaat bersama. Saya telah melihat keberhasilan ini di Vietnam dan berharap dapat melihat hasil serupa di sini, bahkan mungkin lebih baik,” ucapnya.
IIX merupakan organisasi global yang berfokus pada pembiayaan berdampak (impact investing) untuk mengatasi tantangan sosial dan lingkungan, khususnya terkait pemberdayaan perempuan, inklusivitas keuangan, dan aksi iklim.
IIX juga telah berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia, regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), serta sektor swasta untuk memajukan Orange Movement, sebuah inisiatif global yang bertujuan memobilisasi pendanaan sebesar 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp 168 triliun serta memberdayakan 100 juta perempuan pada 2030.
sumber : Antara

3 hours ago
1














































