Sejumlah kendaraan pemudik antre saat penerapan skema satu arah di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026). PT Jasamarga Transjawa Tol bersama Korlantas Polri memberlakukan skema satu arah (one way) nasional arus balik dari KM 414 GT Kalikangkung Semarang-Batang hingga KM 70 GT Cikampek Utama Jakarta-Cikampek pada Selasa (24/3) sampai Ahad (29/3) yang akan berlaku selama 24 jam secara situasional sebagai upaya memperlancar arus balik Lebaran 1447 Hijriah.
REPUBLIKA.CO.ID, BREBES -- Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan sekitar 36 persen kendaraan belum kembali ke Jakarta pada arus balik Lebaran 2026. Kondisi itu membuat kepadatan lalu lintas masih terjadi di sejumlah titik, terutama saat kendaraan mendekati rest area.
Agus memastikan Korlantas Polri tetap melanjutkan pengamanan dan pengaturan arus kendaraan meski Operasi Ketupat telah selesai. Pengawasan lalu lintas kini diteruskan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) untuk menjaga kelancaran kendaraan menuju Jakarta.
“Proyeksi arus balik yang jumlahnya 3,4 juta, sampai saat ini masih tersisa 36 persen,” kata jenderal bintang dua ini, di Gerbang Tol Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (26/3/2026).
Agus menjelaskan, sisa arus balik itu membuat volume kendaraan di ruas Tol Trans-Jawa masih cukup tinggi. Dampaknya, perlambatan masih tampak di beberapa titik yang menjadi simpul kepadatan perjalanan pemudik.
Menurut dia, titik perlambatan paling terasa terjadi saat kendaraan mulai mendekati rest area. Situasi itu membuat petugas di lapangan harus terus menjaga aliran kendaraan agar tidak menumpuk terlalu lama di satu lokasi.
“Sepanjang perjalanan di jalan tol masih cukup padat, terutama pada saat mendekati rest area,” ujar Agus.
Ia menuturkan, kepolisian masih menempatkan personel di lapangan untuk mengatur manajemen lalu lintas selama arus balik berlangsung. Kehadiran petugas difokuskan untuk menjaga flow kendaraan tetap bergerak meski volume arus masih tinggi.
Korlantas juga menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di sejumlah titik. Rekayasa itu dilakukan untuk mengantisipasi perlambatan sekaligus menghindari bottleneck di area yang rawan penumpukan kendaraan.
“Sama halnya yang di kilometer 162 dan 169. Itu juga menghindari rest area 164 ya. Jadi kami lakukan contraflow,” ucap Agus.

6 hours ago
3













































