REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak semua kemenangan lahir dengan permainan indah. Ada kalanya sebuah tim harus bertahan dengan sabar hingga peluit panjang berbunyi. Sebaliknya, ada kalanya satu tim mesti bersabar dalam membongkar pertahanan rapat lawan, lalu menunggu satu momentum atau sosok yang muncul sebagai pembeda.
Yang kedua dilakukan dan dialami Inggris saat menumbangkan Republik Demokratik Kongo 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Kamis (2/7/2026) dini hari WIB. Di tengah bayang-bayang terdepak menyusul jejak dua unggulan yang tersingkir di Piala Dunia 2026, Jerman dan Belanda, sosok Harry Kane kembali menunjukkan alasan ia masih menjadi andalan The Three Lions di lini depan.
Inggris sempat dikejutkan gol cepat Brian Cipenga pada menit ketujuh. Selama lebih dari satu jam, tim asuhan Thomas Tuchel terus menekan, tetapi berkali-kali digagalkan penampilan gemilang penjaga gawang RD Kongo, Lionel Mpasi.
Kane akhirnya memecah kebuntuan melalui sundulan pada menit ke-75 sebelum kembali mencetak gol empat menit menjelang waktu normal berakhir. Brace sang kapten memastikan kemenangan 2-1 sekaligus membawa Inggris melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi tuan rumah Meksiko.
Kane mengakui kemenangan tersebut menjadi salah satu laga paling berat yang dijalani Inggris sepanjang turnamen. Menurut dia, RD Kongo memberikan perlawanan luar biasa sehingga timnya harus bekerja keras hingga peluit panjang berbunyi.
"Sejujurnya, rasanya luar biasa. Pertandingan yang gila. Mereka tim yang tangguh dan setelah jeda pertama, kami jauh lebih baik. Kiper mereka juga melakukan beberapa penyelamatan yang luar biasa," kata Kane kepada BBC Sport, dikutip dari laman FIFA.
Kapten Inggris itu mengatakan skuadnya memang sudah membicarakan pentingnya setiap pemain siap menjadi pembeda ketika kesempatan datang. Kali ini, giliran dirinya yang mengambil peran tersebut.
"Kami berbicara tentang orang-orang yang memiliki momen heroik dan itu bisa siapa saja. Hari ini saya."
Meski puas dengan hasil akhir, Kane menilai Inggris masih memiliki sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. Namun, ia menegaskan fase gugur bukan lagi soal bermain sempurna, melainkan memastikan langkah tetap berlanjut.
"Kami berbicara sepanjang pekan tentang menjadi diri kami sendiri. Tentu saja masih ada hal-hal yang perlu dikerjakan dan babak-babak ini hanya tentang melewatinya."
"Kami berada di bagian turnamen di mana Anda harus berjuang keras untuk meraih kemenangan, dan itulah yang telah kami lakukan hari ini."

2 hours ago
1

















































