INDEF: Program Makan Bergizi Gratis Tidak Perburuk Posisi Fiskal

21 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah dinilai tidak memperburuk posisi fiskal negara dalam jangka panjang. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M Rizal Taufikurahman, di Jakarta, Kamis.

Menurut analisis menggunakan model Overlapping Generation Indonesia (OG IDN), dampak fiskal dari program MBG diprediksi bersifat netral. Hal ini berarti bahwa indikator fiskal penting tetap dapat terjaga keseimbangannya.

"Desain MBG yang sifatnya material fiskal itu netral melalui alokasi belanja, makanya program tersebut tidak menambah utang, tapi realokasi anggaran. MBG tidak memperburuk posisi fiskal jangka panjang meskipun memiliki manfaat kesejahteraan produktivitas antargenerasi," jelas Rizal.

Rizal menambahkan bahwa meskipun program ini berdampak pada penerimaan pajak dan belanja pemerintah, dampaknya bersifat sementara dan tidak mengubah keseimbangan makroekonomi jangka panjang.

Lebih lanjut, Rizal menyampaikan bahwa dampak terhadap stok modal dan suku bunga juga bersifat sementara. Fluktuasi yang mungkin terjadi di awal implementasi program merupakan penyesuaian jangka pendek yang akan kembali ke titik keseimbangan.

"Rasio penerimaan pajak juga tidak terganggu secara struktural, karena kontribusi pendapatan dari program ini relatif kecil terhadap perbaikan rasio pajak," ujarnya.

Untuk menjaga keberlanjutan program MBG, INDEF merumuskan beberapa rekomendasi kebijakan, termasuk mempertahankan desain fiskal yang terjaga dan hati-hati. "Pertahankan desain fiskal yang terjaga, artinya tidak perlu menambah utang terhadap fiskal atau menekan defisit, dan hindari pembiayaan berbasis utang," ucap Rizal.

INDEF juga menyarankan agar pemerintah mempersempit target sasaran penerima manfaat untuk meningkatkan return atau imbal hasil fiskal yang lebih optimal. Selain itu, penting untuk mengintegrasikan program ini dengan kebijakan pendidikan dan pasar kerja.

"Integrasikan MBG dengan kebijakan pendidikan dan pasar kerja. Tanpa kebijakan lanjutan, peningkatan produktivitas MBG tidak bisa diaktualisasikan menjadi kenaikan upah maupun output yang permanen," tutup Rizal.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research