Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Global Research Herald van der Linde menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 9.700 dari posisi sekitar 8.600 saat ini. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Global Research Herald van der Linde menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 9.700 dari posisi sekitar 8.600 saat ini. Proyeksi tersebut seiring potensi pemulihan laba perusahaan serta valuasi saham Indonesia yang dinilai masih menarik. Menurut dia, pasar saham Indonesia memiliki ruang penguatan sejalan dengan rendahnya eksposur investor global dan valuasi yang masih murah.
“Kami memiliki target indeks di level 9.700 dari posisi saat ini sekitar 8.600,” ujar Herald dalam HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook 2026 yang digelar secara daring, Senin (12/1/2026).
Menurut Herald, dibandingkan pasar saham Amerika Serikat yang valuasinya sudah mahal, pasar negara berkembang menawarkan alternatif investasi yang lebih menarik, termasuk Indonesia. “Valuasi lebih rendah, potensi keuntungan dari pelemahan dolar, serta sebagian besar cerita pertumbuhan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) juga berasal dari Asia,” katanya.
Herald menilai posisi investor global terhadap saham Indonesia saat ini masih relatif rendah, bahkan jika dibandingkan dengan periode 15 hingga 20 tahun terakhir. Kondisi tersebut membuka peluang masuknya arus dana apabila sentimen global membaik. “Eksposur terhadap Indonesia saat ini lebih rendah dibandingkan 15–20 tahun terakhir,” ujarnya.
Ia menambahkan banyak saham perbankan dan konsumsi di Indonesia saat ini diperdagangkan pada valuasi yang sangat murah, terutama karena pertumbuhan laba belum pulih sepenuhnya. “Banyak saham perbankan dan konsumsi diperdagangkan pada valuasi yang sangat murah,” kata Herald.
Meski demikian, ia menegaskan penguatan IHSG sangat bergantung pada bukti nyata pemulihan laba perusahaan. Karena itu, musim laporan keuangan akan menjadi faktor kunci yang diperhatikan investor. “Yang juga sangat penting adalah bukti nyata pertumbuhan laba benar-benar terjadi di Indonesia,” ujarnya.

4 hours ago
1














































