REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Agresi militer gabungan Amerika Serikat-Israel pada Selasa (7/4/2026) dilaporkan ikut menyasar kawasan pemukiman di pusat kota Teheran, Iran. Serangan tersebut mengakibatkan hancurnya rumah peribadatan Yahudi, Sinagoge Rafi Nia.
Homayoun Sameh Najafabadi, perwakilan komunitas Yahudi di parlemen Iran sekaligus Ketua Asosiasi Yahudi di Teheran, mengecam keras serangan tersebut. "Di saat hari raya keagamaan kami, entitas Israel justru menargetkan kami dan tidak menunjukkan belas kasihan, bahkan kepada orang Yahudi di Iran," tegas dia dilansir dari Al Mayadeen, Selasa.
Ia menjelaskan, sinagoge tersebut hancur sepenuhnya sehingga menyebabkan gulungan Kitab Taurat tertimbun di bawah reruntuhan. "Ini adalah tindakan yang menyakiti hati umat Yahudi di seluruh dunia," tambahnya. Najafabadi menyatakan, agresi Israel tidak memandang bulu, baik terhadap Muslim maupun komunitas agama lainnya. Dia pun menyampaikan harapan bagi kemenangan Republik Islam dan perdamaian abadi di tingkat global.
18 warga gugur
Dalam konteks yang berkaitan dengan serangan berkelanjutan terhadap warga sipil, delapan belas orang—termasuk anak-anak—dilaporkan gugur dan 24 lainnya luka-luka pada Selasa pagi. Menurut pejabat keamanan di Provinsi Alborz, jatuhnya korban jiwa tersebut merupakan dampak dari serangan udara AS-Israel yang menghantam pemukiman padat penduduk di Teheran.
Televisi pemerintah Iran menyebutkan, serangan itu menyasar wilayah pemukiman di bagian timur dan barat Teheran. Target lainnya meliputi Bandara Mehrabad dan sebuah gardu induk listrik di barat Teheran. Selain itu, sejumlah pertokoan di area Molavi mengalami kerusakan parah akibat serangan terpisah.
Di tempat lain, pejabat keamanan di Provinsi Qom mengungkapkan bahwa agresi AS-Israel menargetkan sebuah jembatan utama di luar kota Qom. Di Provinsi Isfahan, sebuah jembatan kereta api di Kashan turut menjadi sasaran, yang menewaskan dua orang dan melukai tiga lainnya.

2 hours ago
1









































