Genjot Lifting Migas, Pemerintah Targetkan Reaktivasi 6.305 Sumur Tua

1 week ago 10

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah mempercepat reaktivasi 6.305 sumur tua yang masih memiliki potensi hidrokarbon untuk meningkatkan lifting minyak nasional. Optimalisasi sumur eksisting dinilai menjadi cara tercepat menambah produksi dibandingkan membuka lapangan baru.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan, dari total sumur idle tersebut, sebanyak 787 sumur siap direaktivasi dan 3.972 sumur berpotensi dikerjasamakan dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga tren produksi migas nasional.

Hingga 2025, lifting minyak tercatat mencapai 605,3 ribu barel per hari, melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah menilai optimalisasi sumur tua dapat memberikan tambahan produksi dalam waktu relatif lebih singkat.

Untuk mendukung peningkatan lifting, pemerintah mengandalkan penerapan teknologi lanjutan pada sumur-sumur lama.

“Untuk meningkatkan lifting, mau tidak mau harus kita suntik dengan teknologi. Sumur-sumur yang sudah lama ini kita suntik pakai teknologi, tidak ada cara lain. EOR salah satunya,” kata Bahlil di Jakarta, dikutip Senin (16/2/2026).

Teknologi tersebut meliputi Enhanced Oil Recovery (EOR), hydraulic fracturing (fracking), dan horizontal drilling untuk mengoptimalkan cadangan tersisa. Namun, Bahlil mengakui penerapan teknologi tersebut membutuhkan investasi besar sehingga menjadi tantangan keekonomian bagi kontraktor.

Pemerintah karena itu memberikan fleksibilitas kepada KKKS untuk memilih skema kontrak Gross Split atau Cost Recovery dalam kegiatan eksplorasi dan produksi. Kebijakan ini diharapkan menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Negara tidak hanya bicara tentang berapa profit. Negara tidak boleh hanya berorientasi profit. Negara juga harus bicara tentang pelayanan, ketersediaan, dan ketahanan. Kita melayani rakyat. Kalau ada profit, itu sunnatullah,” tegasnya.

Selain reaktivasi sumur tua, pemerintah juga mempercepat proyek migas yang telah mengantongi persetujuan Plan of Development namun belum memasuki tahap konstruksi. Pemerintah juga menawarkan 110 blok migas potensial, terutama di Indonesia Timur, untuk memperluas basis produksi nasional.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research