Deteksi Dini dan Vaksinasi Itu Penting! Jangan Tunggu Anak Sakit

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah jadi orang tua, satu hal yang paling sering jadi prioritas sekaligus sumber kekhawatiran adalah kesehatan anak, apalagi ketika anak yang awalnya ceria tiba-tiba mendadak mengeluh sakit. Padahal, banyak gangguan kesehatan pada anak bisa dicegah atau ditangani lebih cepat lewat deteksi dini dengan membiasakan pemantauan rutin dan mengenali tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai.

Sebagai bagian dari dukungan kesehatan anak, Bethsaida Hospital Serang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan anak serta layanan vaksinasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan usia anak. Melalui konsultasi dengan dokter, moms & dads juga dapat memperoleh rekomendasi jenis vaksin serta jadwal imunisasi yang tepat sebagai langkah perlindungan kesehatan anak untuk jangka panjang.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang menekankan pentingnya periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sebagai fase krusial untuk membangun kesehatan anak sejak sebelum lahir hingga usia dua tahun.

"Intervensi pada ibu hamil dan upaya pemenuhan kebutuhan gizi terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta memastikan pertumbuhan tinggi dan berat bayi terus meningkat sesuai dengan usianya merupakan bagian penting dari upaya pencegahan stunting," ujar Menkes dikutip Rabu (29/4/2026).

Orang tua mungkin sering merasa anak baik-baik saja selama berat badan dan tinggi badannya sesuai. Padahal, tumbuh kembang anak tidak hanya soal fisik, tetapi juga mencakup perkembangan motorik, kemampuan bicara, respons sosial, hingga perkembangan emosional. Keterlambatan pada salah satu aspek ini sering kali dianggap sepele. Padahal, semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang si kecil mendapat penanganan yang tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Sejalan dengan itu, dr. Muhammad Aidil Ilham, Sp.A, dokter spesialis anak di Bethsaida Hospital Serang, menekankan pentingnya pemeriksaan rutin untuk memastikan kondisi anak tetap berada dalam jalur tumbuh kembang yang sesuai, sekaligus mencegah masalah kesehatan berkembang menjadi lebih serius.

Ia menambahkan bahwa meskipun anak-anak memang rentan sakit, ada tanda awal yang sering muncul lebih dulu dan sebaiknya tidak diabaikan, antara lain:

  • Demam tinggi lebih dari 3 hari atau demam yang berulang
  • Batuk/pilek berkepanjangan hingga lebih dari 2 minggu
  • Nafsu makan menurun drastis, sulit minum, atau tampak sangat lemas
  • Diare atau muntah berulang yang berisiko menyebabkan dehidrasi
  • Berat badan tidak naik sesuai usia atau justru menurun
  • Anak tampak cepat lelah dan tidak seaktif biasanya
  • Keterlambatan milestone, seperti belum berjalan atau belum bicara sesuai usia

"Jika keluhan-keluhan tersebut menetap atau muncul berulang, segera bawa anak untuk berkonsultasi ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui lebih cepat dan penanganannya lebih tepat," jelasnya.

Mengapa Vaksinasi Anak Tidak Boleh Ditunda?

Selain pemeriksaan rutin, langkah pencegahan lain yang tidak kalah penting adalah vaksinasi, yang membantu membentuk sistem kekebalan tubuh anak terhadap penyakit tertentu seperti campak, polio, hepatitis, pneumonia, hingga influenza, sehingga dapat menurunkan risiko infeksi berat maupun komplikasi.

Meski begitu, vaksinasi masih kerap ditunda karena khawatir anak demam atau rewel. "Demam ringan atau nyeri di area suntikan setelah imunisasi adalah hal yang wajar, karena tubuh sedang membentuk antibodi. Yang penting, vaksin diberikan sesuai jadwal dan kondisi anak dipastikan dalam keadaan baik," jelas dr. Aidil.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan anak bukan hanya dilakukan saat anak sakit, tetapi juga melalui upaya pencegahan seperti pemeriksaan rutin untuk mengenali risiko lebih cepat serta vaksinasi untuk melindungi anak dari penyakit menular agar ia dapat tumbuh lebih sehat dan aktif. 

(bul/bul)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research