Tangkapan layar CCTV Global Sumud Flotilla memperlihatkan tentara Israel melakukan intersepsi terhadap armada kapal Global Sumud Flotilla di sekitar perairan Siprus, Senin (18/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, SIPRUS – Israel dilaporkan menangkap sekitar 100 aktivis setelah mencegat armada bantuan kemanusiaan yang tengah menuju Jalur Gaza di perairan internasional. Jurnalis Republika Bambang Noroyono yang berada di kapal Boralize ikut ditangkap.
Jika Anda menemukan video ini mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel,” kata Bambang Noroyono dalam video SOS-nya yang ia kirimkan Senin pagi waktu Turki.
Dikirimnya video SOS tersebut merupakan protokol peserta Armada Global Sumud. Video itu hanya dilansir jika yang bersangkutan dicegat IDF kapalnya dan berpotensi ditangkap.
Koalisi Global Sumud Flotilla menyatakan kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada tersebut. Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, mereka menyebut pasukan Israel telah menaiki kapal pertama pada siang hari.
“Kapa-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami di siang bolong,” demikian pernyataan Global Sumud Flotilla.
Media Israel melaporkan para aktivis yang ditangkap akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod, pelabuhan terbesar Israel, setelah operasi selesai dilakukan. Empat kapal perang Israel disebut terlibat dalam operasi tersebut dan memerintahkan seluruh kapal dalam armada untuk mematikan mesin.
Menurut laporan media Israel, armada bantuan itu dicegat di lepas pantai Siprus.
Seorang aktivis yang berada di atas kapal mengatakan kepada koresponden bahwa armada tersebut tetap bertekad melanjutkan perjalanan menuju Gaza meski menghadapi intersepsi militer.
Sementara itu, media Israel menyebut operasi pengambilalihan seluruh kapal dalam armada diperkirakan berlangsung selama beberapa jam dan kemungkinan berlanjut hingga esok hari.
Panitia flotilla menyebut protokol intersepsi telah diaktifkan oleh kapal Ozgurluk pada Senin pagi waktu setempat menyusul adanya pergerakan kapal-kapal yang dianggap mencurigakan di sekitar armada. Dalam pernyataan kepada keluarga dan kerabat peserta flotilla, panitia menyebut situasi masih terus dipantau dan informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah ada konfirmasi resmi.
“Telah terjadi aktivitas kapal-kapal dan protokol intersepsi telah diaktifkan. Kami akan memberi pembaruan segera setelah informasi terkonfirmasi,” demikian pernyataan panitia. Jurnalis Republika, Thoudy Badai ada di atas kapal tersebut.

4 weeks ago
19













































