Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan motivasi hingga tips public speaking kepada peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR dari SMAN 1 Pontianak saat menerima mereka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (13/5).
Salah satu peserta, Josepha Alexandra atau Ocha, mengatakan dirinya bersama tim mendapat masukan langsung dari Gibran terkait cara berbicara dan berdebat di depan umum. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup selama sekitar satu jam.
"Tadi kami diberi motivasi dan tips and trick juga bagaimana caranya nanti untuk ber-public speaking atau untuk berdebat di muka umum," kata Ocha, mengutip detikcom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ocha mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Sang Wakil Presiden. Ia menyebut pertemuan tersebut menjadi penyemangat bagi dirinya dan tim untuk terus belajar dan berprestasi.
"Pastinya perasaan saya sangat senang karena diundang oleh Wakil Presiden Indonesia dan ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang," ujarnya.
Ia mengatakan tim SMAN 1 Pontianak berangkat ke Jakarta sejak Selasa (12/5) sore. Dalam pertemuan itu, kata dia, Gibran juga memberikan motivasi agar para peserta terus meningkatkan kemampuan dan prestasi mereka.
"Di dalam tadi kami diberi motivasi sama Pak Wapres untuk terus belajar dan berprestasi," katanya.
Nama Ocha sebelumnya menjadi sorotan publik usai video dirinya memprotes keputusan dewan juri dalam LCC Empat Pilar MPR beredar di media sosial. Dalam video tersebut, ia mempertanyakan perbedaan penilaian terhadap jawaban yang dinilai serupa antar peserta.
Saat itu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai lima poin untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK. Sementara jawaban serupa dari Grup B SMAN 1 Sambas justru mendapat nilai 10 dari juri yang sama.
Peserta dari SMAN 1 Pontianak sempat menyampaikan keberatan karena merasa jawaban mereka tidak berbeda. Namun dewan juri menyatakan jawaban Grup C dianggap tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.
Merespons polemik tersebut, MPR RI memutuskan menonaktifkan dewan juri dalam perlombaan itu. MPR juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menggelar ulang lomba cerdas cermat tersebut.
(del/mik)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
1











































