Banyak Investor Ingin Jadikan Yogya Seperti Bali, Sultan: Tak Usah Dibandingkan, Kultur Budaya Beda

1 week ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara terkait pernyataan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY mengenai arah pengembangan pariwisata Yogyakarta yang dinilai tidak bisa disamakan dengan Bali. Menurutnya, karakteristik kedua daerah tersebut memang berbeda sehingga tidak tepat jika dibandingkan, apalagi disamakan dalam pola pengembangannya.

"Tidak usah diperbandingkan dengan Bali, kan beda Yogya sama Bali," ujar Sultan belum lama ini.

Sultan HB X mengatakan, meskipun Yogyakarta dan Bali sama-sama dikenal sebagai destinasi wisata, keduanya memiliki latar belakang kultur masyarakat yang berbeda. Perbedaan inilah yang kemudian menjadi dasar bahwa konsep pembangunan, khususnya di sektor pariwisata, tidak bisa diterapkan dengan pendekatan serupa.

Dengan tegas, Sultan pun meminta agar tidak ada lagi yang membandingkan keduanya. Begitu pula dalam pengembangannya, Yogyakarta diharapkan tetap memegang teguh kebudayaannya sekaligus terus dilestarikan.

"Yogyakarta ya untuk Yogyakarta sendiri," katanya.

Saat ditanya terkait investor, Gubernur DIY memberikan kebebasan bagi mereka untuk menanamkan modal di berbagai bidang, tidak terbatas pada sektor pariwisata saja. "Ya terserah investor kalau itu," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi, mengungkapkan minat investor untuk masuk ke Yogyakarta cukup tinggi. Namun, ia menyoroti kecenderungan sejumlah investor yang membawa konsep pengembangan ala Bali.

Karenanya, masuknya investasi ke Kabupaten Gunungkidul perlu disikapi secara selektif agar tidak berdampak pada kerusakan lingkungan. Ia pun mengingatkan pemerintah daerah dan pelaku usaha agar tidak tergiur dengan investasi yang berpotensi mengubah karakter alam Gunungkidul.

GKR Mangkubumi tak menepis, banyak investor yang menyampaikan keinginan agar pembangunan di Gunungkidul dibuat menyerupai Bali. Hal itu tidak sejalan dengan karakter dan nilai yang dimiliki Yogyakarta.

Penyamaan konsep tersebut, berisiko merusak lingkungan dan dikhawatirkan menghilangkan identitas Yogyakarta sebagai kota wisata. "Banyak investor menyampaikan bahwa pembangunan (pariwisata) di Gunungkidul mau dibuat seperti Bali," kata GKR Mangkubumi dalam arahannya saat menghadiri Musyawarah Daerah ke-IX Kadin Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari.

Ia pun kembali menegaskan sikapnya agar identitas Jogja tetap dijaga dalam setiap proses pembangunan. Dalam konteks ini, pengurus Kadin Gunungkidul diminta berperan aktif memastikan arah investasi tidak melenceng dari jati diri daerah. 

Putri pertama Sri Sultan Hamengku Buwono X itu juga mendorong Kadin menghadirkan investasi padat karya yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, tanpa mengorbankan kelestarian alam. "Saya selalu menyampaikan, kita adalah Jogja, bukan Bali. Selain itu memilih industri yang (akan dibangun -Red) yang ramah lingkungan dan tidak merusak alam," ujarnya.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research