BAKTI Komdigi Dorong Guru Kuasai AI untuk Percepat Pemulihan Pendidikan Pascabencana

8 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Pemulihan pendidikan di wilayah terdampak bencana dinilai tidak cukup hanya dengan membangun kembali ruang kelas dan menyediakan infrastruktur pendukung. Penguatan kapasitas guru, termasuk kemampuan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menjadi faktor penting agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih adaptif dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia bagi penerima fasilitas akses internet satelit SATRIA. Program ini diselenggarakan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Yayasan Cemerlang Indonesiaku (YCIK) di Kabupaten Aceh Utara.

Program yang berlangsung selama 23 hari, mulai 15 Juni hingga 7 Juli 2026, diikuti 49 peserta yang terdiri atas guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), serta unsur pemerintah desa dari Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Para peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari RA, MI, MTs, SMP, SMA, SMK hingga PKBM.

Plt Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Komdigi, Sudarmanto, mengatakan pembangunan infrastruktur digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

"BAKTI meyakini bahwa transformasi digital tidak berhenti pada penyediaan akses internet. Infrastruktur akan memberikan dampak yang optimal apabila didukung oleh SDM yang mampu memanfaatkannya secara produktif. Karena itu, penguatan kompetensi guru menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan manfaat nyata pembangunan digital bagi masyarakat," ujar Sudarmanto.

Ia menambahkan, perkembangan AI membuka peluang bagi guru untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan menarik. Namun, teknologi tersebut harus diposisikan sebagai alat pendukung yang memperkuat kapasitas guru, bukan menggantikan peran mereka dalam mendidik peserta didik.

"Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang bagi guru untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan menarik. Namun demikian, AI harus diposisikan sebagai teknologi pendukung yang memperkuat kapasitas guru, bukan menggantikan peran mereka dalam mendidik peserta didik," katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai Teaching Mastery dan Active Learning, pemanfaatan AI untuk pembelajaran, pembuatan konten video edukasi, analitik data pendidikan, transformasi digital dalam pendidikan, hingga manajemen layanan publik. Seluruh materi disampaikan melalui pelatihan, praktik, dan pendampingan agar dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing.

Sebagai bagian dari implementasi pembelajaran, peserta dibagi ke dalam sepuluh kelompok untuk menghasilkan video pembelajaran berbasis AI. Setiap kelompok memperoleh pendampingan dari fasilitator sebelum mempresentasikan hasil karyanya di hadapan dewan juri sebagai sarana evaluasi sekaligus berbagi praktik baik antarsekolah.

Ketua Yayasan Cemerlang Indonesiaku, Adnan Pandu Praja, mengatakan materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan nyata para guru sehingga relevan dengan tantangan pembelajaran saat ini.

"Program ini diawali dengan assessment kebutuhan peserta sehingga materi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain pelatihan, peserta juga memperoleh praktik, pendampingan implementasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kompetensi secara objektif," ujar Adnan.

Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari kemampuan guru menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Selama pelaksanaan program, peserta menghasilkan berbagai produk pembelajaran digital, termasuk video pembelajaran berbasis AI, sekaligus membangun jejaring kolaborasi antarsekolah.

BAKTI Komdigi berharap model penguatan kapasitas guru berbasis digital tersebut dapat direplikasi di berbagai daerah. Dengan penguatan kompetensi pendidik yang didukung pemanfaatan infrastruktur internet satelit SATRIA, pemulihan pendidikan pascabencana diharapkan berlangsung lebih cepat sekaligus mendukung transformasi pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research