Jakarta, CNBC Indonesia - Dua negara bagian Australia menggratiskan transportasi umum demi mendorong masyarakat agar tidak mengemudi karena harga bahan bakar yang melonjak akibat perang di Timur Tengah.
Mengutip BBC, negara bagian Victoria menyatakan akan menyediakan transportasi umum gratis sepanjang April, sementara Tasmania mengatakan para komuter tidak perlu membayar hingga akhir Juni. Pemerintah negara bagian lainnya sejauh ini menolak untuk mengikuti langkah tersebut.
Hal ini terjadi setelah pemerintah federal mengumumkan akan mengurangi separuh pajak bahan bakar nasional selama tiga bulan untuk meringankan beban keuangan para pengendara.
Australia termasuk di antara sejumlah negara yang mengalami kenaikan harga bahan bakar sejak dimulainya perang AS-Israel dengan Iran dan penutupan Selat Hormuz.
Pemblokiran terhadap pelayaran internasional di jalur vital Hormuz mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk mulai menerapkan langkah-langkah penghematan bahan bakar.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sebelumnya berupaya menenangkan rakyatnya setelah insiden panic buying yang membuat sejumlah SPBU kehabisan stok.
Pemerintah Australia mengatakan bahwa pajak penjualan bahan bakar akan diturunkan sebesar 26,3 sen per liter untuk bensin dan solar, yang diharapkan dapat menghemat biaya pengemudi sekitar A$10 hingga A$20 per tangki.
Pemerintah Victoria, yang dipimpin Jacinta Allan, mengumumkan pada Sabtu bahwa kereta api, trem, dan bus di negara bagian tersebut gratis untuk semua orang dalam upaya untuk mengurangi tekanan pada BBM.
"Kebijakan ini tidak akan menyelesaikan semua masalah, tetapi ini adalah langkah segera untuk membantu warga Victoria saat ini," katanya.
Sementara itu, pemerintah Tasmania - sebuah pulau di lepas pantai daratan Australia - mengumumkan bahwa masyarakat dapat menggunakan bus, kereta api, dan feri tanpa biaya selama beberapa bulan mendatang.
"Kami tahu kenaikan biaya bahan bakar berdampak pada anggaran keluarga, dan itulah mengapa kami sekali lagi mengambil tindakan tegas dan menentukan untuk melindungi warga Tasmania," kata Jeremy Rockliff.
(hsy/hsy)
Addsource on Google











































