Kondisi warga terdampak bencana masih mengungsi di tenda pengungsian, Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (5/1/2026). Di samping tenda-tenda itu, bekas rumah mereka sudah rata dengan tanah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bantuan logistik darurat ke sejumlah daerah di Kabupaten Aceh Tengah masih harus dipasok menggunakan helikopter. Akses vital ke lokasi terdampak terputus total akibat kerusakan parah jalur darat, menyusul bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut baru-baru ini.
“Distribusi bantuan logistik melalui jalur udara merupakan keharusan karena hingga saat ini sejumlah kampung di Aceh Tengah belum dapat dijangkau kendaraan darat akibat kerusakan jalan dan jembatan yang signifikan,” kata Juru Bicara Posko Penanggulangan Bencana Aceh, Murthalamuddin, di Banda Aceh, Rabu (7/1/2026).
Pada hari ini saja, beberapa helikopter dikerahkan untuk menyalurkan bantuan ke sepuluh desa yang tersebar di lima kecamatan. Banyak dari desa-desa tersebut, seperti di Kecamatan Linge, Rusip Antara, Ketol, dan Bintang, masih berada dalam kondisi terisolir dan membutuhkan penanganan khusus.
Menurut Murthalamuddin, pendistribusian lewat udara menjadi langkah paling efektif untuk memastikan bantuan esensial sampai kepada masyarakat secepatnya, bahkan beberapa di antaranya harus menggunakan teknik sling atau pengiriman via tali dari udara. Setiap penerbangan (sorti) membawa sekitar 300 hingga 500 kilogram logistik berupa kebutuhan dasar dan bahan pangan.
Kondisi Terkini Penanganan Bencana di Sumatera
Secara umum, upaya penanganan korban bencana alam di Sumatera kini sedang memasuki fase pemulihan dan rekonstruksi intensif. Selain Aceh Tengah, beberapa wilayah lain di Sumatera Barat dan Riau juga mengalami dampak cuaca ekstrem berupa banjir dan longsor di awal tahun ini.
Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar di posko pengungsian, perbaikan infrastruktur vital yang rusak, serta pengerahan alat berat untuk membuka akses jalan yang masih tertutup. Koordinasi lintas sektoral terus ditingkatkan guna memastikan respons cepat dan tepat sasaran, dengan prioritas utama menjaga keselamatan warga dan mencegah risiko kesehatan pascabencana.
Murthalamuddin menambahkan, distribusi bantuan akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh wilayah terdampak dapat dijangkau kembali melalui jalur darat. “Kami memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi sambil menunggu proses perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan selesai,” pungkasnya.
sumber : Antara

1 day ago
5









































