REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Sebanyak 55 jamaah haji asal Provinsi Jawa Tengah (Jateng) wafat selama melaksanakan rangkaian ibadah haji 2026 (1447 Hijriah). Sebagian besar dari mereka merupakan lansia.
"Untuk jamaah yang wafat dari embarkasi Solo ada 55. Rinciannya 50 jamaah wafat ketika di Tanah Suci, baik sebelum puncak haji maupun saat puncak haji dan pasca puncak haji. Satu jamaah wafat di pesawat ketika perjalanan dari Tanah Suci ke Tanah Air. Selanjutnya terdapat empat jamaah wafat di Tanah Air," ungkap Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amalia, Selasa (30/6/2026).
Nabiila mengatakan, dari empat jamaah yang wafat di Tanah Air, tiga di antaranya wafat ketika sudah tiba di Solo. Sementara satu lainnya meninggal ketika hendak bertolak ke Tanah Suci, tepatnya saat transit di Bandara Kualanamu.
Menurut Nabiila, rata-rata jamaah yang meninggal adalah lansia, termasuk mereka yang wafat di Tanah Air. "Untuk data yang kami terima, memang banyak jamaah wafat itu mungkin salah satunya karena kelelahan karena mengingat aktivitas puncak haji itu kan memang benar-benar membutuhkan kondisi fisik dengan kondisi cuaca yang sangat berbeda dengan Tanah Air," ucapnya.
Dia mengatakan, selama prosesi ibadah haji, suhu di sana sempat mencapai 47 derajat Celcius. "Info ter-update, bahkan kemarin waktu kloter-kloter akhir, jamaah sudah sampai Madinah, itu cuaca bisa sampai 47 derajat Celcius pada siang sampai sore hari," ujar Nabiila.
Menurutnya, faktor cuaca pun berperan dalam menyebabkan wafatnya jamaah haji, khususnya asal embarkasi Solo. "Informasi yang kami terima, ada beberapa (yang wafat) memang karena perubahan cuaca. Kondisi masing-masing jamaah itu ada beberapa yang merasakan sesak napas, indikasi awalnya sesak napas, mungkin karena kelelahan juga," katanya.
"Ada beberapa juga jamaah lansia, mungkin memang beliau sudah memiliki riwayat penyakit sebelumnya, seperti kayak jantung, lalu ada sakit paru-paru, karena dengan kondisi kelelahan, jamaah dinyatakan wafat," tambah Nabiila.
Dia mengungkapkan, hingga Selasa (30/6/2026), PPIH Embarkasi Solo telah menerima kepulangan 80 kloter dengan total 28.617 jemaah. Nabiila menyebut, kloter 81 atau kloter sapu jagat akan menjadi rombongan terakhir yang tiba di Bandara Adi Soemarmo hari ini. Ketibaan mereka menandai berakhirnya operasional pemulangan jemaah haji embarkasi Solo tahun 2026.

2 hours ago
1













































