40 Persen Musik Global yang Dirilis Bulan Juli Terdeteksi Pakai AI

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dominasi AI di industri musik global kian tak terbendung. Riset terbaru SubmitHub terhadap lebih dari satu juta lagu menunjukkan hampir 40 persen musik yang meluncur sepanjang Juli 2026 diproduksi dengan bantuan kecerdasan buatan.

Hasil analisis menunjukkan 23,2 persen dari seluruh rilisan yang diperiksa terdeteksi sepenuhnya dibuat menggunakan Al. Lalu 15,3 persen lainnya menunjukkan tanda-tanda penggunaan audio yang dihasilkan Al, tetapi kemudian dimodifikasi atau diproses oleh manusia.

Jika kedua kategori tersebut digabungkan, porsinya mencapai sekitar 38,5 persen. Dengan demikian, hampir 40 persen musik yang dirilis pada Juli terdeteksi dibuat dengan melibatkan Al.

Pendiri SubmitHub, Jason Grishkoff, mengatakan transparansi menjadi salah satu hal penting dalam perkembangan musik berbasis Al. Menurut dia, pendengar seharusnya memiliki informasi yang cukup untuk menentukan sendiri apakah mereka ingin mendengarkan atau berinteraksi dengan musik yang dibuat menggunakan Al.

"Saya pikir jalan ke depan untuk musik Al adalah pengungkapan," kata Grishkoff dilansir laman Mixmag, Selasa (18/8/2026).

SubmitHub merupakan platform yang memungkinkan pengguna mengirimkan musik kepada playlist dan blog. Pada Juni lalu, platform tersebut memperkenalkan alat pendeteksi Al bernama SH Labs untuk mendorong transparansi terkait penggunaan Al dalam musik.

Data SubmitHub juga menemukan fakta lain. Sebanyak 31 persen artis yang musiknya terdeteksi mengandung unsur Al ketika dirilis sepanjang tahun ini, menyatakan tidak menggunakan alat Al apa pun ketika ditanya oleh pihak platform. Temuan ini memperlihatkan adanya perbedaan antara hasil pendeteksian Al dan pernyataan sebagian artis mengenai proses produksi musik mereka.

Alat pendeteksi milik SubmitHub juga telah digunakan oleh sejumlah pihak di industri musik, termasuk Bandcamp dan Traxsource, untuk membantu mengungkap penggunaan Al dalam pembuatan musik. Teknologi tersebut juga digunakan oleh GEMA, organisasi pengelola hak pertunjukan asal Jerman. GEMA baru-baru ini memenangkan perkara penting melawan Suno, platform pembuat musik berbasis Al.

Dalam putusan yang dikeluarkan pada Juli, pengadilan menyatakan Suno tidak berhak menggunakan musik yang diwakili GEMA untuk melatih model Al miliknya. Putusan tersebut juga menyatakan Suno telah melanggar hukum hak cipta Jerman dan Amerika Serikat.

Hingga saat ini penggunaan Al untuk proses kreatif musik masih menjadi perdebatan. Banyak musisi termasuk gitaris Queen Brian May mengkritisi penggunaan Al. Dalam wawancara dengan Guitar Player pada September 2023, May memperingatkan bahwa perkembangan Al dapat mengubah industri musik secara drastis.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research