Usai BI Rate-Risalah Fed, Hari Ini BI dan Purbaya Umumkan Kabar Genting

1 week ago 10
  • Pasar keuangan Indonesia, baik IHSG dan rupiah kompak menguat
  • Wall Street akhirnya bangkit setelah jatuh empat hari
  • Keputusan suku bunga, data transaksi berjalan dan APBN KitTa akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia berakhir di zona hijau kemarin. Bursa saham dan rupiah menguat.

Pasar keuangan Indonesia diharapkan kembali menguat pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan pada perdagangan kemarin, Rabu (19/11/2025). IHSG menguat 44,65 poin atau naik 0,53% ke level 8.406,58. Sebanyak 335 saham naik, 285 turun, dan 191 tidak bergerak.

Nilai transaksi kemarin tercatat ramai atau mencapai Rp 30,03 triliun, melibatkan 45,40 miliar saham dalam 2,25 juta kali transaksi.

Ramainya perdagangan kemarin terjadi karena adanya transaksi jumbo di saham Sampoerna Agro (SGRO) yang mencapai Rp 9,4 triliun yang dilaksanakan di pasar negosiasi. Saham SGRO sendiri tercatat menyentuh batas auto rejection atas (ARA) pada perdagangan kemarin

Mayoritas sektor perdagangan bergerak di zona hijau dengan penguatan terbesar dicatatkan oleh sektor kesehatan, industri dan keuangan sedangkan hanya sektor properti dan barang baku tercatat bergerak di zona merah.

Saham sektor perbankan dan emiten berkapitalisasi besar ramai-ramai menguat seiring keputusan suku bunga dalam rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI).

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk  (AMMN) tercatat sebagai salah satu penopang utama kinerja IHSG kemarin, bersama dengan tiga emiten perbankan raksasa RI yakni Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI).

Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring dengan keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuannya.

Melansir data Refinitiv, pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu (19/11/2025), rupiah terapresiasi sebesar 0,27% ke posisi Rp16.690/US$.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah dibuka menguat di level Rp16.720/US$. Namun sepanjang sesi perdagangan, rupiah sempat berbalik melemah hingga menyentuh Rp16.755/US$, sebelum akhirnya kembali menguat menjelang penutupan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau tengah mengalami pelemahan tipis sebesar 0,02% ke level 99,524.

Penguatan rupiah pada perdagangan kemarin terjadi seiring dengan diumumkannya hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), Rabu (19/11/2025).

BI memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuannya di level 4,75% pada November ini. Suku bunga Deposit Facility tetap berada di 3,75%, sementara Lending Facility dipertahankan di 5,50%.

Keputusan tersebut sejalan dengan polling yang dilakukan tim riset CNBC Indonesia terhadap 12 lembaga/institusi keuangan. Seluruh responden memperkirakan BI akan mempertahankan BI Rate di level 4,75%.

Ke depan, BI menyatakan akan terus mencermati efektivitas transmisi kebijakan moneter longgar yang telah ditempuh, prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi, serta stabilitas nilai tukar rupiah dalam memanfaatkan ruang pelonggaran suku bunga yang ada.

Lanjut ke pasar obligasi, melansir dari data Refinitiv, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenot 10 tahun di Indonesia telah mencapai level 6,1402% sedikit melemah dari level sebelumnya yang berada pada angka 6,1421%.

Imbal hasil yang melandai menandai harga SBN tengah naik karena diburu investor.

Pages

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research