Jakarta, CNN Indonesia --
Kota Sibolga, Sumatera Utara masih belum bisa diakses lewat jalur darat imbas bencana banjir dan longsor beberapa hari belakangan.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan hingga penanganan hari ketiga pada Sabtu (29/11), Sibolga baru bisa diakses lewat jalur udara sehingga bantuan juga diberikan melalui udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kota Sibolga sampai penanganan hari ketiga ini belum bisa ditembus lewat darat, tetapi sudah bisa ditembus lewat udara untuk pendistribusian logistik," kata Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu (29/11).
Suharyanto menegaskan kebutuhan logistik di Kota Sibolga masih belum cukup terpenuhi dari kebutuhan.
Namun, ia memastikan pemerintah tidak tinggal diam, dan secara berangsur terus mengirimkan bantuan ke sana melalui udara. Pemerintah juga akan memulai pengiriman logistik melalui jalur laut mulai Minggu (30/11).
"Karena KRI bantuan TNI AL itu besok juga sudah tiba di Sumut," ucap dia.
Banjir bandang merendam puluhan kabupaten dan kota di tiga provinsi di Pulau Sumatra, yakni Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.
BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia di ketiga provinsi itu mencapai 303 orang sampai sore ini, Sabtu (29/11).
Dengan rincian, korban tewas paling banyak berasal dari Sumut yakni 166 jiwa. Disusul Sumbar dengan 90 jiwa, dan Aceh 47 jiwa meninggal dunia.
Sementara itu, jumlah orang hilang di Sumut sebanyak 143 jiwa, Aceh 51 jiwa, dan Sumbar 85 jiwa.
Sementara itu, bencana longsor yang melanda Kota Sibolga, Sumatera Utara menewaskan 57 orang dan membuat 2.375 warga terpaksa mengungsi per Sabtu (29/11).
Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta mengungkapkan empat kecamatan yang paling parah terdampak longsor, yakni Sibolga Kota dengan 4 kejadian longsor, menyebabkan 4 orang meninggal dunia dan 255 warga mengungsi.
Kemudian, Sibolga Utara tercatat 6 kejadian, dengan 2 korban tewas dan 1.050 warga mengungsi. Sibolga Sambas ada satu kejadian, tidak ada korban jiwa, namun 210 warga harus mengungsi.
Serta, Sibolga Selatan menjadi wilayah paling terdampak dengan tujuh kejadian, menelan 51 korban meninggal dunia, serta membuat 860 warga mengungsi.
(mnf/chri)

1 hour ago
1
















































