Illustrasi kereta gantung di kawasan Prambanan.
REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kabupaten Sleman bakal memiliki wahana wisata baru yakni kereta gantung di kawasan Prambanan. Proyek yang digagas investor swasta itu direncanakan membentang sepanjang sekitar 8 kilometer dan akan menghubungkan sejumlah destinasi wisata populer di wilayah perbukitan Prambanan termasuk Tebing Breksi hingga Candi Ijo.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman saat ini tengah mendampingi proses perizinan proyek wisata bernilai investasi sekitar Rp200 miliar tersebut. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman, Triana Wahyuningsih, mengatakan gagasan pembangunan kereta gantung sepenuhnya berasal dari pihak investor.
Menurutnya, kehadiran kereta gantung ini diproyeksikan menjadi salah satu daya tarik wisata baru di DIY sekaligus disebut-sebut bakal menjadi yang pertama di Indonesia. "Ide dari investor, sehingga Pemerintah Kabupaten Sleman akan mendukung ya, setiap investasi (yang masuk) karena kan ini nanti kaitannya dengan penambahan PAD," kata Triana, Sabtu (9/5/2026).
Jalur kereta gantung itu nantinya dirancang melintasi sejumlah objek wisata ikonik di kawasan Prambanan. Rutenya dimulai dari kawasan Candi Banyunibo, kemudian menuju beberapa titik wisata lain seperti Candi Miri dan Tebing Breksi sebelum kembali ke dekat Candi Ijo.
"Kalau panjangnya itu kurang lebih sekitar 8 kilometer dari (Candi) Banyunibo kemudian nanti ada di Candi Miri atau apa kemudian nanti di Tebing Breksi kembali lagi ke dekat Candi Ijo," ujarnya.
Menurut Triana, investor menyiapkan dana sekitar Rp200 miliar untuk merealisasikan proyek tersebut. "Informasi dari investornya sekitar Rp200 miliar (untuk proyek kereta gantung tersebut -Red)," ungkapnya.

3 hours ago
3












































