Akses Jalan Putus, Polda Aceh Minta Warga Tunda Perjalanan Darat

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh mengimbau warga menunda perjalanan darat karena banyak ruas jalan terputus akibat banjir dan longsor yang terjadi pekan ini.

Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Kombes Pol Deden Supriyatna mengungkapkan banjir menyebabkan sejumlah jembatan putus dan badan jalan nasional longsor.

"Kondisi ini menyebabkan akses jalan nasional di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Aceh tidak bisa dilalui. Kami mengimbau masyarakat pengguna jalan menunda perjalanan darat," ujar Deden di Banda Aceh, seperti dikutip Antara, Sabtu (29/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, jalur darat yang bisa dilalui untuk pesisir timur Provinsi Aceh hanya dari Kota Banda Aceh hingga Kabupaten Bireuen. Sementara, wilayah lain belum dapat terhubung.

Belum ada jalur alternatif dari dan ke wilayah yang terputus transportasi darat. Karenanya, pendistribusian bantuan korban banjir untuk sementara menggunakan jalur udara.

"Beberapa wilayah banjir lainnya, seperti Kabupaten Aceh Utara, kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Bener Meriah, belum dapat dihubungi," terang Dede.

Dede merinci, untuk wilayah Polres Bireuen, ada dua titik jalan nasional tidak dapat dilalui jembatan putus di Desa Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang. Jembatan ini menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Aceh Utara.

Sementara, jalan nasional Bireuen ke Kabupaten Bener Meriah, tidak dapat dilalui karena jembatan putus di Teupin Manee, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.

Di wilayah Polres Lhokseumawe, ada tiga titik ruas jalan tidak dapat dilalui, yakni di Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, tidak dapat dilintasi karena ketinggian banjir mencapai 80 centimeter.

Di titik banjir di Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, ketinggian banjir mencapai 1,5 meter. Di ruas jalan di Desa Cot Mee, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, ketinggian banjir mencapai satu meter.

Di wilayah Polres Aceh Timur, ada tiga titik jalan nasional hanya dapat dilintasi kendaraan roda enam yakni di Simpang Ulim, Perlak Kota, dan Perlak Barat. Banjir menggenangi badan jalan di wilayah tersebut mencapai 120 cm.

"Sementara, untuk wilayah Polres Aceh Singkil ada tiga titik jalan nasional tidak dapat dilintasi, yakni dua jembatan putus di Gosong Telaga, serta banjir dengan ketiga 60 centimeter di Muara Pea, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil," ujarnya.

Selanjutnya di wilayah Polres Aceh Tengah, jalan nasional menghubungkan Takengon dengan Bener Meriah tidak dapat dilintasi karena longsor.

Lebih lanjut, longsor juga menyebabkan jalan nasional yang menghubungkan Kutacane dengan Blangkejeren di Kabupaten Gayo Lues, tidak dapat dilintasi.

(sfr)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research